Alhamdulillah (pembayaran gaji) lancar
Jakarta (ANTARA) - Pemain Borneo FC memuji sikap manajemen tim berjuluk Pesut Etam itu soal gaji yang tak pernah mengalami keterlambatan meskipun kompetisi ditangguhkan sejak Maret akibat pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah sangat bersyukur. Gaji masih lancar walau sedang pandemi COVID-19," ujar kiper Borneo FC Diky Indrayana seperti dilansir laman Liga Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Diky menyadari ketiadaan kompetisi serta pandemi membuat klub-klub mengalami kendala finansial. Meski PSSI memberikan keringanan kepada setiap tim bisa memotong gaji hingga 75 persennya, tak lantas membuat klub lepas dari persoalan.

Baca juga: Gelandang Borneo FC masuk dalam nominasi pemain Asia Tengah terbaik

Begitu pula dengan Borneo FC yang mengalami hal serupa. Namun manajemen tetap memperhatikan hak pemain meski Diky enggan menyebut berapa nominal yang diterimanya.

Bagi Diky, sosok terpenting dalam mengelola manajemen profesional adalah Presiden klub Borneo FC Nabil Husein. Dia meyakini Nabil merogoh koceknya dalam-dalam untuk menutup pengeluaran.  

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua elemen tim. Khususnya untuk bos Nabil yang sangat memerhatikan kami sebagai pemain. Jujur situasi saat ini sangat berat," kata dia.

"Kewajiban yang dilakukan tim menunjukkan Borneo FC tim profesional dan bertanggung jawab," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Borneo FC harap bermarkas di pulau Jawa hanya sesaat
Baca juga: Borneo FC ajukan Maguwoharjo sebagai stadion kandang Liga 1 2020


Sebelumnya, Manajemen Borneo FC memastikan pembayaran gaji para pemain, pelatih, hingga staf tetap lancar meski harus berjuang di tengah pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah (pembayaran gaji) lancar," ujar manajer Borneo FC Farid Abubakar beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Borneo juga mulai membicarakan renegosiasi kontrak dengan para pemain dan staf, apalagi kompetisi akan kembali digelar pada Oktober mendatang. Adanya renegosiasi, sedikitnya bakal membantu meringankan beban klub.

"Memang kondisi sekarang terkait pandemi serba sulit, memaksa semua pihak harus beradaptasi. Karena sangat besar dampaknya terhadap finansial klub," kata dia.

Baca juga: Borneo FC dan Bali United kumpulkan pemain awal Agustus

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2020