Trans Weda-Lelilef di Halmahera sempat tertutup akibat longsor

Trans Weda-Lelilef di Halmahera sempat tertutup akibat longsor

Ruas jalan Trans Weda-Lelilef Halmahera, tengah dibersihkan dari longsoran tanah akibat hujan deras. ANTARA/Abdul Fatah

Ternate (ANTARA) - Ruas Jalan Trans Weda-Lelilef Halmahera, sempat tertutup longsoran tanah akibat hujan deras, namun longsoran segera teratasi dan jalan kembali normal, kata personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut).

"Tanah longsor yang menutupi jalan raya saat ini telah atasi, sehingga arus lalu lintas yang menuju Weda-Lelilef dan sebaliknya sudah dapat dilalui karena adanya alat berat yang digunakan untuk membuka akses jalan tersebut," kata Kepala BPBD Kabupaten Halteng, Kamal Abd Fatah saat dihubungi, Minggu.

Curah hujan yang tinggi mengguyur Kabupaten Halteng menyebabkan longsor di Desa Sidanga, Kecamatan Weda tepatnya di Jalan Trans Weda-Lelilef pada Sabtu (25/7) hingga Minggu dini hari. Tanah longsor sudah diatasi dengan alat berat milik PT SS, kontraktor jalan, dan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng.

Curah hujan juga menyebabkan banjir di empat desa yang berada di Weda Selatan sejak Sabtu (25/7) malam, namun menurut Kamal, pada Minggu pagi, genangan air sudah berangsur-angsur surut.

"Personel BPBD Halmahera Tengah yang terjun di lokasi masih mendata berapa rumah yang mengalami kebanjiran serta kerugian yang dialami akibat banjir," kata Kamal.

Ia mengaku, belum merinci anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan banjir disertai tanah longsor melanda daerah tersebut.

Baca juga: BNPB: 184 kepala keluarga terdampak banjir di Halmahera Tengah
Baca juga: BPBD Halsel pastikan seluruh pengungsi telah mendapat bantuan


Sementara itu, di tempat terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menyalurkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembuatan talud penahan banjir untuk Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), menyusul terjadinya banjir dalam dua pekan ini.

Dana yang diperolehnya itu akan dibangun sembilan titik pembuatan talud penahan banjir itu antara lain di Desa Waiman, Desa Umaloya, Desa Wai Ipa, Desa Manggon yang masing-masing di dua titik dan di Desa Kawata satu titik.

Menurut Kabid III BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, Fari Waris, BPBD telah mendapatkan dana hibah sebesar Rp10 miliar lebih bersumber anggaran dari Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari pihak BNPB Pusat dalam pembuatan talud penahan banjir di sembilan titik itu.

Ia mengatakan, banjir menggendangi sejumlah desa di Kepulauan Sula mengakibatkan ratusan masyarakat harus mengungsi di berbagai titik yang disediakan pemerintah setempat.

Baca juga: Pemprov Maluku Utara keluarkan status keadaan darurat bencana
Baca juga: 971 rumah rusak berat pascagempa Halmahera

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kawasan industri IWIP terendam banjir, smelter berhenti sementara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar