Anies mengaku senang angka kasus positif naik

Anies mengaku senang angka kasus positif naik

Pemain timnas U-19 Braif Fatari mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di Jakarta, Jumat (24/7/2020). Kegiatan itu sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam pemusatan latihan (TC) timnas senior dan U-19 Indonesia yang rangkaian kegiatannya berlangsung 23 Juli-8 Agustus 2020. ANTARA/HO-PSSI/aa. (Handout PSSI)

karena sesuai dengan tujuan dari Pemprov DKI Jakarta yakni untuk menemukan kasus positif
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku senang angka kasus positif harian di Jakarta naik karena sesuai dengan tujuan dari Pemprov DKI Jakarta  untuk menemukan kasus positif.

Bahkan, Anies menyebut sangat mudah jika hanya untuk menurunkan angka kasus positif dengan mengurangi jumlah tes sehingga pertambahannya akan terlihat rendah.

"Tapi bukan itu tujuan kami. Tujuan kami justru menemukan yang positif, mengisolasi yang positif. Karena itu kami meningkatkan testing," ucap Anies di Jakarta, Minggu.

Ketika meningkatkan testing, kata Anies, maka warga yang sudah terpapar  otomatis akan menambah jumlah angka positif.

Baca juga: Pemkot Jaksel manfaatkan CFD untuk sosialisasi protokol kesehatan

Karenanya, Anies mengharapkan masyarakat jangan memandang  sebagai masalah besar dengan  terus bertambah kasusnya.

"Kalau kita menemukan, berarti kita mengurangi masalah. Bayangkan kalau tidak menemukan, dia ke keluarganya, dia ke tempat kerjanya, dia tidak diisolasi, dia menularkan terus," kata Anies.

Anies menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan terus menambah tes pengujian paparan COVID-19, menyusul masih adanya wabah tersebut, meski jumlah penambahan kasus pasti akan terus meningkat. Saat ini Pemprov melakukan pengetesan sebanyak 3.000 hingga 5.000 per hari.

Baca juga: Tingkat positif kasus COVID-19 Jakarta masih dibawah rerata nasional

"Yang harus kita lihat persentase positifnya (positivity rate). Berapa yang dites, berapa yang positif," ucapnya.

Persentase positif itu, ujar Anies, akan disebut aman bila dia di bawah 5 persen, sementara di Jakarta saat ini angkanya 5,2 persen (berbahaya bila di atas 10 persen). Dengan demikian Anies menegaskan pihaknya tidak akan mengurangi jumlah tes untuk memberikan kesan aman.

"Kami justru mau menambah testing supaya bisa menemukan yang positif yang sedang berada di luar, yang semula tidak tahu. Karena 66 persen dari yang ditemukan positif itu adalah tanpa gejala. Nah kalau orang tanpa gejala (OTG) tidak diketahui berbahaya. Kami akan terus mencari mereka yang positif tanpa gejala supaya mereka diisolasi, supaya masyarakat kita bisa selamat," tutur Anies.

Secara kumulatif, pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sampai dengan 25 Juli 2020 sebanyak 517.465 sampel. Pada 25 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 4.925 orang, 4.286 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 378 positif dan 3.908 negatif.

Baca juga: Wakil Ketua MPR ikut bersepeda 'Gowes to Nation' di Jakarta

Selain itu, untuk rapid test, totalnya sebanyak 295.072 orang telah menjalani, dengan persentase reaktif COVID-19 sebesar 3,5 persen, dengan rincian 10.438 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 284.634 orang dinyatakan non-reaktif.

Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tiket KA akhir tahun bisa dipesan secara daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar