AP II kampanyekan tiga pilar kebiasaan baru

AP II kampanyekan tiga pilar kebiasaan baru

Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. ANTARA/HO-PT Angkasa Pura II (Persero)

'Safe Travel Campaign' ini kami harapkan dapat menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura II (Persero) bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan memperkenalkan program Safe Travel Campaign, yang terdiri atas tiga pilar untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam bepergian dengan pesawat pada periode adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi global COVID-19.

Program Safe Travel Campaign dijalankan di 19 bandara Angkasa Pura II dan merujuk pada standar global salah satunya adalah protokol World Travel & Tourism Council (WTTC), yang merupakan lembaga global dan menaungi dunia usaha di sektor pariwisata (travel & tourism).

WTTC dalam merilis protokol tersebut juga memasukkan prosedur yang sudah dibuat oleh Airport Council International (ACI).

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan protokol dijalankan dengan seluruh pemangku kepentingan di 19 bandara yang dikelola perseroan.

"Safe Travel Campaign ini kami harapkan dapat menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga sektor penerbangan nasional dapat kembali menjadi salah satu penggerak utama perekonomian dan pariwisata di periode adaptasi kebiasaan baru,” ujar Muhammad Awaluddin.

Baca juga: Operator bandara dunia sepakati tiga jurus ampuh hadapi COVID-19

Ia menuturkan protokol Safe Travel Campaign Angkasa Pura II yang merujuk pada WTCC sekaligus ACI ini untuk memperkuat tiga pilar di tengah adaptasi kebiasaan baru, yaitu kesiapan operasional dan staf bandara (operational and staff preparedness); memastikan terciptanya pengalaman pengunjung yang aman dari COVID-19 (ensuring a safe experience), serta membangun kembali kepercayaan dan keyakinan (rebuilding trust and confidence).

"Kuatnya tiga pilar tersebut dapat menciptakan bandara yang aman (safe airport], bandara yang sehat (healthy airport) dan bandara yang higienis (hygiene airport," ujarnya

Direktur Operasi dan Layanan Angkasa Pura II Muhammad Wasid menuturkan berbagai protokol sudah dijalankan untuk memperkuat tiga pilar tersebut.

"Untuk memperkuat pilar operational and staff preparedness misalnya kami menyesuaikan pola kerja, mewajibkan penggunaan APD seperti masker dan sarung tangan, kemudian melakukan pengecekan kesehatan melalui pengecekan suhu tubuh setiap hari hingga tes, serta memantau kesehatan personel setiap hari. Kami juga telah menetapkan protokol bagi tenant agar selalu mengedepankan kebersihan dan higienitas,” katanya.

Sementara itu guna memperkuat pilar ensuring a safe experience, AP II dan pemangku kepentingan memiliki program disinfeksi seluruh area bandara, melakukan screening terkait aspek kesehatan menggunakan berbagai fasilitas seperti thermo gun, thermal scanner dan pemeriksaan dokumen kesehatan.

Lebih lanjut, Wasid mengatakan guna memperkuat pilar rebuilding trust & confidence, AP II secara konsisten menginformasikan dan mengkomunikasikan berbagai protokol yang ditetapkan di sektor penerbangan salah satunya dengan menyediakan situs covid19.angkasapura2.co.id, serta membuat signage yang jelas di bandara terkait dengan pelaksanaan protokol.

Baca juga: AP II targetkan kenaikan volume kargo lima persen pada Juli 2020
Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta sediakan jalur khusus pemegang hasil tes PCR


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AP II gagas konsep Aerocity di Bandara Minangkabau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar