Program Pugar KKP masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Program Pugar KKP masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Petambak sedang mengurus lahan produksi garam. ANTARA/HO-KKP

KKP tidak akan berhenti untuk berinovasi. Program Pugar diharapkan dapat memperkuat sektor kelautan dan perikanan di tengah pandemi,
Jakarta (ANTARA) - Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa di tengah situasi yang sangat kompetitif, masyarakat membutuhkan inovasi dan terobosan yang dapat memudahkan mereka beraktivitas.

"KKP tidak akan berhenti untuk berinovasi. Program Pugar diharapkan dapat memperkuat sektor kelautan dan perikanan di tengah pandemi," kata Edhy.

Baca juga: Mendag harapkan produksi garam di NTT ditingkatkan

Dengan Pugar, menurut dia, pihaknya ingin membangun daya saing, mempercepat pelayanan, utamanya dalam meningkatkan produktivitas.

Sebelumnya, Pugar lolos ke Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional setelah lolos seleksi dari 2.126 proposal inovasi kategori umum yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Keberhasilan Pugar masuk Top 45 terwujud setelah melalui proses presentasi dan wawancara oleh tim panelis dan bersaing dengan 98 inovasi lainnya yang berasal dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP Aryo Hanggono menjelaskan bahwa Pugar merupakan wujud implementasi UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam yang mengamanatkan untuk memberikan jaminan kepastian berusaha dan keadilan bagi petambak garam rakyat.

Baca juga: KKP dorong diversifikasi komoditas garam rakyat

Aryo memaparkan, strategi untuk melindungi petambak dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana usaha, memberikan jaminan kepastian usaha, serta mengendalikan stok yang ada.

"Pugar didasarkan pada kondisi petambak garam yang rentan miskin sehingga kami mengembangkan Pugar yang tujuannya adalah memberdayakan petambak garam," jelas Aryo.

Direktur Jasa Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) KKP, Miftahul Huda, selaku Ketua Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Pugar, mengungkapkan Inovasi layanan Pugar yang diajukan dalam proposal meliputi integrasi lahan garam, pembangunan dan pengelolaan gudang garam nasional (GGN), serta penguatan SDM Kelembagaan.

"Melalui inovasi ini, produktivitas meningkat dari 40-60 ton/ha/tahun menjadi di atas 100 ton/ha/tahun, keuntungan petambak bisa mencapai 3 kali lipat," papar Huda.

Baca juga: Di Cirebon, Menteri Edhy janji benahi produksi garam rakyat

Huda menjelaskan melalui tiga inovasi tersebut, masyarakat petambak garam mulai belajar berusaha bersama-sama untuk berkembang dan semakin maju.

"Dari sisi komoditas garamnya, saat ini kandungan NaCl garam petambak bisa di atas 90 persen. Ini dari lahan belum diolah. Sedangkan garam yang disimpan lebih terjaga mutunya karena gudangnya bagus," ujar Huda.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar