WHO: Kasus corona global dua kali lipat dalam enam pekan terakhir

WHO: Kasus corona global dua kali lipat dalam enam pekan terakhir

Foto Dokumentasi. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang virus corona jenis baru (2019-nCoV) di Jenewa, Swiss, 11/2/2020. ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

Jenewa (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (27/7), mengatakan akan kembali menggelar pertemuan Komite Darurat pada Kamis (30/7) guna mengevaluasi pandemi COVID-19, saat kasus global meningkat dua kali lipat selama enam pekan terakhir.

Ia mengatakan bahwa Kamis menandai enam bulan sejak 30 Januari ketika WHO menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Saat konferensi pers virtual, Tedros menyebutkan hampir 16 juta kasus di seluruh dunia dilaporkan kepada WHO, dengan lebih dari 640.000.

"Ini keenam kalinya darurat kesehatan global diumumkan di bawah Regulasi Kesehatan Internasional, tetapi dengan mudah menjadi yang terparah," katanya. Ia menambahkan bahwa pandemi terus menyebar dengan cepat.

Dalam enam pekan terakhir, total kasus COVID-19 global  naik sekitar dua kali lipat, kata Tedros.

Ia mengatakan bahwa meski dunia telah berubah, langkah-langkah mendasar yang diperlukan untuk menekan transmisi sekaligus menyelamatkan nyawa belum berubah, yaitu dalam menemukan, mengisolasi, melakukan tes dan merawat kasus, serta melacak dan mengarantina kontak mereka. 

"Negara dan komunitas yang telah mengikuti imbauan ini secara hati-hati dan konsisten telah melakukannya dengan baik, dalam mencegah wabah berskala besar -- seperti Kamboja, Selandia Baru, Rwanda, Thailand, Vietnam dan pulau-pulau di Pasifik dan Karibia, ataupun dalam mengendalikan wabah --seperti Kanada, China, Jerman dan Republik Korea," katanya.

Sumber: Xinhua

Baca juga: WHO: kurangnya kepemimpinan global "ancaman terbesar" perangi pandemi

Baca juga: Dirjen WHO bantah pernyataan AS bahwa dirinya "dibeli" oleh China


 

Inilah rekomendasi WHO untuk penggunaan masker

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar