Lampaui target, pemerintah serap Rp22 triliun dari lelang SUN

Lampaui target, pemerintah serap Rp22 triliun dari lelang SUN

Ilustrasi - Nasabah melakukan pembelian Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 dengan aplikasi BNI Mobile di Kantor BNI Pusat, Jakarta. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

target indikatif yang ditetapkan Rp20 triliun
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan total penawaran masuk Rp72,78 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, menyatakan lelang ini sedikit melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp20 triliun.

Untuk seri SPN03201029, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,28 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,48286 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 Juli 2021 ini mencapai Rp0,8 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,43 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 3,5 persen.

Untuk seri SPN12210429, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,7444 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 29 April 2021 ini mencapai Rp3,44 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 3,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 4 persen.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,22 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,944 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp17,47 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 5,93 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,1 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,81 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp21,35 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,79 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,95 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28099 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp10,28 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,26 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,43 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,40073 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2040 ini mencapai Rp8,09 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,38 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,5 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,45291 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp11,32 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,42 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,6 persen.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (14/7), pemerintah juga menyerap dana sebesar Rp22 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp61,16 triliun.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Pasar keuangan domestik masih tertekan
Baca juga: Perry Warjiyo sebut pembelian SBN oleh BI di pasar perdana menurun
Baca juga: Pemerintah serap Rp24,35 triliun dari lelang SUN


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar