Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPR RI Marzuki Alie optimistis kualitas DPR akan mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, walaupun untuk mewujudkan optimisme itu tidak mudah.

Marzuki mengemukakan hal itu pada saat penutupan pelatihan pembentukan karakter dan moralitas yang diselenggarakan ESQ Leadership Center di Jakarta, Minggu. Pelatihan yang diikuti hampir 200 anggota DPR, DPD dan karyawan Setjen DPR Dan DPD serta media massa itu berlangsung sejak sabtu (28/11).

Marzuki mengemukakan, sungguh tidak mudah meningkatkan kualitas DPR. Dari periode sebelumnya, citra DPR sudah sangat terpuruk namun pimpinan DPR tidak putus asa dan akan terus mencari terobosan agar kualitas individu dapat ditingkatkan dan citranya semakin baik.

Kualitas yang diharapkan dapat ditingkatkan bukan hanya menyangkut peningkatan jumlah undang-undang yang dapat diselesaikan, namun juga kualitas individu dalam menghadapi situasi. Karakter dibutuhkan agar anggota DPR tidak terjebak pada tindakan menyalahi hukum.

Pelatihan ini juga ditandai dengan kesepakatan menjalin kerja sama antara ESQ dengan DPR dan DPD RI. Penandatanganan kerja sama dilakukan Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD RI Irman Gusman dan Presiden Direktur ESQ Ary Ginanjar Agustian.

Dengan adanya kerja sama ini, maka anggota DPR dan staf atau karyawan Setjen kedua lembaga perwakilan itu berkesempatan untuk mengikuti pelatihan itu dari jenjang dasar hingga tingkat empat. Namun Marzuki mengemukakan, adanya kerja sama ini bukan mewajibkan anggota DPR atau karyawan Setjen untuk mengikuti pelatihan.

"Sifatnya hanya imbauan dan ajakan, bukan kewajiban," kata Marzuki yang mengemukakan, meski hanya ajakan pelatihan pembentukan karakter dan penguatan moralitas ini diperkirakan akan semakin banyak menarik minat anggota parlemen.

Karena itu, kata dia, pelatihan ini merupakan angkatan pertama kelas eksekutif bagi anggota parlemen. DPR, DPD dan manajemen ESQ membuka peluang untuk diselenggarakan pelatihan untuk angkatan kedua dan selanjutnya.

"Anggota parlemenlah yang efektif mengajak rekan sejawatnya atau kerabat dan kenalannya untuk menjalani pelatihan di ESQ. Kami lebih kepada penyiapan sarana dan prasarana pelatihan," kata Ary Ginanjar.

Pelatihan tingkat dasar ini diakhiri dan setiap peserta menjalani kehidupan yang berbeda sekali dengan keseharian peserta. Ary Gunawan sebagai pengajar dalam pelatihan ini meminta peserta saling berpasangan kemudian saling menyemir sepatu rekannya.

Marzuli Alie harus menyemir sepatu milik seorang anggota Fraksi Partai Golkar, begitu juga peserta lain yang berbeda fraksi saling menyemir sepatu. Setelah itu, setiap peserta menyelipkan uang semir dalam amplop yang sudah disediakan.

Dari hampir 200 peserta dalam pelatihan ini, terkumpul Rp3 juta uang semir yang kemudian diserahkan kepada Lea Wirawan sebagai pengelola almuni ESQ. Menurut Lea, uang tersebut akan digunakan untuk membiayai pelatihan bagi guru-guru.

Dengan sumbangan dari alumni dan pihak lain yang memberikan perhatian kepada pelatihan yang diselenggarakan ESQ, maka ESQ akan melatih sekitar satu juta guru se-Indonesia.

Pelatihan ini juga diakhiri dengan pembelian saham oleh peserta. Lebih dari 200 lembar saham ESQ terjual kepada anggota DPR dengan nilai Rp1,2 juta/lembar saham. Selain anggota DPR, peserta pelatihan lainnya, alumni ESQ dan masyarakat umum, baik yang pernah dilatihan maupun belum pernah mengikuti pelatihan ini berpeluang untuk memiliki saham ESQ.

Harga saham ESQ mengalami kenaikan. Pada tahun 2008 masih senilai Rp1 juta/lembar dan mengalami peningkatan menjadi Rp1,2 juta/lembar pada tahun 2009. Dana yang terkumpul dari penjualan saham akan digunakan untuk berbagai program, termasuk membangun gedung setinggi 25 lantai yang saat ini baru dibangun delapan lantai, tetapi baru empat lantai yang digunakan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009