Liga 1 Indonesia

PSSI dianggap belum beri jaminan kepada klub soal teknis kompetisi

PSSI dianggap belum beri jaminan kepada klub soal teknis kompetisi

Foto ilustrasi: Pesepak bola Persebaya Surabaya Rachmat Irianto (atas) menghindari pesepak bola Persik Kediri Ibrahim Sanjaya (bawah) dalam laga pembuka Liga-1 Indonesia di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dianggap belum bisa memberikan jaminan kepada klub peserta Liga 1 Indonesia soal teknis kompetisi saat liga kembali digulirkan pada 1 Oktober mendatang.

Salah satu klub yang mengungkapkan hal tersebut yakni Persebaya Surabaya. Manajer Bajul Ijo Chandra Wahyudi mengatakan PSSI dan PT. LIB belum memberikan teknis secara mendetail soal format dan protokol kelanjutan kompetisi, termasuk jaminan kesehatan.

Menurut dia, apabila di tengah kompetisi terdapat pemain atau ofisial yang positif COVID-19, federasi belum memberikan gambaran apa yang mesti dilakukan baik oleh klub maupun operator liga.

"Ada satu pertanyaan mendasar, bagaimana jika ada di antara ratusan pemain tiba-tiba terkena wabah ini, apa yang dilakukan? Kami ingin mendapat gambaran tersebut," ujar Chandra Wahyudi dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Baca juga: Panduan kompetisi jadi alasan Persebaya tolak lanjutan Liga 1

Ia membandingkan dengan kompetisi di Vietnam. Saat kompetisi sudah berjalan bahkan dihadiri dengan penonton, lalu ditemukan kembali kasus COVID-19, otoritas setempat memutuskan menangguhkan kompetisi.

Jaminan-jaminan itulah yang melandasi Persebaya masih belum bersikap soal kelanjutan Liga, bahkan cenderung masih dengan sikap awal yakni menolak ikut kompetisi.

"Bagaimana PSSI sebagai federasi menyiapkan konsep yang bagus dan membuat klub nyaman melanjutkan liga atau tidak. Kami belum mendapatkan kenyamanan tersebut," kata dia.

Baca juga: Persipura tak ingin gegabah tentukan sikap soal kompetisi

Selain Persebaya, tim Liga 1 lainnya yang juga belum mendapat jaminan yakni Persipura Jayapura. Persipura belum menentukan sikap atau masih bersikap abu-abu.

Persipura perlu kejelasan secara mendetail perihal teknis pertandingan, akomodasi, hak komersial, hingga pencegahan/penanganan kesehatan yang hingga saat ini belum mereka terima.

"Kami minta ada kepastian dulu, mengapa kita belum menentukan homebase. PSSI minta di Yogya, tapi persepsi pulau Jawa itu besar," kata Sekretaris Umum Persipura Rocky Bebena.

"Ini yang mungkin pikiran PSSI semua ada di pulau Jawa, tapi tidak mungkin juga kami harus di situ. Bisa saja kami tidak di Yogja, karena ada pertimbangan-pertimbangan klub. Okelah PSSI bisa membantu diakomodasi tapi pertimbangan teknis lainnya?," kata dia menambahkan.

Baca juga: PSSI belum terima surat penolakan klub terkait lanjutan Liga 1 2020

Menanggapi hal tersebut, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan hal-hal yang dipertanyakan klub akan dibuka secara transparan pada pertemuan berikutnya, termasuk kebijakan tes kesehatan.

"Secara resmi kami belum mengirim protokoler kesehatan. Kita baru menyetak buku setelah komunikasi dengan BNPB, agar buat konsep yang bagus yang secara akal sehat diterima," kata dia.

"Sampai saat ini kerja kami tek-tokkan terus dengan PT. LIB untuk mencapai sebuah konsep yang Insya Allah akan memberikan kenyamanan kepada klub," kata dia.

Baca juga: Persib akan gandeng suporter sosialisasikan larangan nonton bareng
Baca juga: PSSI: Satgas COVID-19 bantu sediakan 'swab test' saat kompetisi
Baca juga: PSSI kantongi izin Satgas Penanganan COVID-19 untuk gulirkan liga

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Persebaya juara Piala Gubernur Jatim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar