KKP latih nelayan buat alat tangkap jaring insang

KKP latih nelayan buat alat tangkap jaring insang

Ilustrasi nelayan sedang menjala ikan. ANTARA/HO-Dokumentasi KKP

potensi perikanan tangkap di wilayah ini juga sangat besar
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar pelatihan pembuatan jaring insang (gillnet) bagi 50 nelayan Kota Palembang sebagai upaya menciptakan alat tangkap yang bisa lebih banyak menangkap ikan.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa jaring insang dapat digunakan oleh nelayan Kota Palembang untuk memanfaatkan potensi perairan umum maupun laut yang besar di wilayahnya.

"Selain karena Menteri Kelautan dan Perikanan ingin mendorong perikanan budidaya Sumatera Selatan agar terus berkembang, potensi perikanan tangkap di wilayah ini juga sangat besar," jelas Sjarief.

Dilaksanakan dengan sistem semi blended, pelatihan dipandu oleh para instruktur dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan. Pembuatan gillnet didemonstrasikan secara virtual melalui platform pelatihan digital KKP, e-Jaring.

Sementara itu, para peserta mengikuti praktik disertai pendampingan penyuluh perikanan di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi kebijakan jaga jarak.

Sementara anggota Komisi IV DPR RI Reni Astuti menyatakan berbahagia karena pelatihan membuat gillnet yang merupakan permintaan dari masyarakat nelayan Kota Palembang dapat dilaksanakan.

Reni Astuti menjelaskan jaring insang merupakan alat tangkap pasif namun bisa digunakan untuk menggiring banyak ikan. Alat ini bisa digunakan baik secara tunggal maupun dalam satuan besar.

Reni berharap para nelayan dapat memanfaatkan jaring tersebut untuk menangkap ikan secara berkelanjutan. "Dengan gillnet ini, saya berharap nelayan bisa mengeksploitasi ikan dengan lebih selektif lagi, dengan memenuhi aturan minimum ikan yang diizinkan oleh pemerintah," ucapnya.

Baca juga: Presiden minta 3,8 juta petani-nelayan masuk jaring pengaman sosial
Baca juga: Pemprov minta Kemenakertrans berikan pelatihan petani nelayan Sulsel
Baca juga: Nelayan Sorong Selatan mendapatkan pelatihan perbaikan mesin

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Basarnas: 10 nelayan Wakatobi selamat dari kapal terbakar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar