Sufmi Dasco ikut jawab saat keponakan Prabowo ditanya dinasti politik

Sufmi Dasco ikut jawab saat keponakan Prabowo ditanya dinasti politik

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad M Ali (tengah) didampingi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kanan), calon wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kedua kiri) dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade (pertama kiri) di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Itu bukan dinasti, dinasti dari mana? Keluarganya (Sara) enggak ada jadi kepala daerah kok dinasti
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ikut menjawab saat keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) ditanya wartawan soal isu dinasti politik.

"Itu bukan dinasti, dinasti dari mana? Keluarganya (Sara) enggak ada jadi kepala daerah kok dinasti," ujar Dasco tiba-tiba saat wartawan masih mewawancarai Sara terkait isu dinasti politik di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua DPR RI itu tampak tidak setuju dengan pertanyaan salah seorang wartawati, yang ingin meminta tanggapan Sara, atas isu dinasti politik yang faktanya tengah berkembang di masyarakat tersebut.

Baca juga: DPR bantah prasangka negatif terkait rapat soal Djoko Tjandra
Baca juga: DPR: RUU HIP dan Omnibus Law belum disahkan DPR pada paripurna

Mungkin bercanda, Dasco kemudian menghampiri wartawati tersebut dan menyemprotkan hand sanitizer ke lengannya satu kali.

Sufmi Dasco memang dikenal akrab dengan wartawan di DPR RI. Ia juga sering menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan kepadanya.

Tak ayal, tingkahnya itu memancing tawa dari sebagian wartawan lain yang melihat kejadian tersebut.

Kendati mendapat pertanyaan demikian, Sara tampak tidak marah dengan pertanyaan itu.

Ia tetap menjawab pertanyaan wartawan yang diajukan kepadanya.

"Saya tidak fokus kepada isu yang tadi disebut, dinasti politik, karena sekarang dilihat di Tangsel, kondisi lapangan (playing field) -nya itu rata. Kita sama semuanya di sini, ada yang membawa kekuatan dan kekuasaan masing-masing. Jadi tinggal masyarakat yang diberikan pilihan, silakan pilih di antara kami. Siapa yang memiliki wacana dan visi-misi yang memang terbaik untuk masyarakat Tangsel," ujar Sarah.

Baca juga: RUU PKS masuk prioritas 2021, ini Prolegnas prioritas 2020

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPR akan bentuk tim khusus kawal omnibus law

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar