Mendikbud berkunjung ke Muhammadiyah diskusi soal pendidikan nasional

Mendikbud berkunjung ke Muhammadiyah diskusi soal pendidikan nasional

Ilustrasi - Mendikbud Nadiem Makarim sebelum memberikan konferensi pers tentang Sinergi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa Berbasis Kinerja di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/2/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke keluarga besar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan berdiskusi tentang pendidikan nasional.

Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Rabu, Mendikbud Nadiem bertemu dengan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah H. Suyatno di kantor PP Muhammadiyah.

Dalam pertemuan tersebut, Mendikbud Nadiem menyampaikan ucapan Selamat Milad Persyarikatan Muhammadiyah ke-111 tahun yang jatuh pada 8 Dzulhijjah 1441 Hijriyah.

Selain itu, Mendikbud Nadiem juga menerima berbagai masukan mengenai pengembangan pendidikan nasional.

Baca juga: Akademisi IAIN Palu : POP Kemendikbud perlu dikaji kembali
Baca juga: Komisi X DPR dukung evaluasi lanjutan Program Organisasi Penggerak


Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membuat gerakan pendidikan alternatif di desa-desa dalam rangka pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi COVID-19.

“Saya kira Mendikbud perlu ajak Muhammadiyah, ajak NU (Nahdlatul Ulama) bikin gerakan pendidikan alternatif di desa-desa, membukanya dengan standar protokol,” kata Muhaimin, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sistem pembelajaran jarak jauh menimbulkan tantangan baru di dunia pendidikan.

Baca juga: Ormas sebut seleksi Program Organisasi Penggerak ketat
Baca juga: Legislator desak Kemendikbud buka kriteria seleksi POP
Baca juga: Nadiem pastikan Tanoto dan Sampoerna gunakan skema mandiri

 
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Nadiem tegaskan tidak akan hapus pelajaran sejarah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar