Jakarta (ANTARA) - Lewis Hamilton akan mengincar kemenangan ketiganya secara beruntun musim ini ketika Formula 1 menyambangi Sirkuit Silverstone, Inggris akhir pekan nanti.

Pebalap Mercedes itu telah dua kali merayakan kemenangan di atas tribun tanpa kehadiran penonton di Grand Prix Styria dan Hungaria di saat F1 kembali bergulir setelah tertunda pandemi COVID-19.

Silverstone sendiri akan menjadi tuan rumah dua balapan secara beruntun, Grand Prix Britania di akhir pekan nanti dan satu grand prix lainnya yang khusus menandai perayaan 70 tahun sejak seri pertama F1 digelar di Silverstone pada 1950.

"Grand Prix Britania adalah grand prix terbaik, khususnya karena para fan, ribuan yang datang dan menjadikan tontonan besar," kata juara dunia enam kali itu setelah memenangi seri ketiga di Hungaria, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Hamilton tampil dominan untuk juarai GP Hungaria ke-8 kalinya

Hamilton juga merupakan pebalap yang paling banyak menjuarai Grand Prix Britania dengan enam kali kemenangan yang diraih pada 2008, 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2019.

Mercedes belum terkalahkan di musim ini, setelah Valtteri Bottas menjuarai seri pembuka di Austria dan Hamilton di dua seri setelahnya. Kedua pebalap itu juga bergantian merebut pole position.

Sedangkan desain trek Sirkuit Silverstone yang panjang dan berkarakteristik cepat dipandang cocok dengan mobil Mercedes, namun bos tim Toto Wolff tidak ingin meremehkan lawan-lawannya.

"Kami memiliki start yang bagus musim ini. Kami mengatasi masalah yang menyulitkan kami di pekan pertama, tiga kali menang dari tiga balapan dan mencetak skor yang cukup banyak," kata Wolff.

Baca juga: Hamilton juarai GP Styria setelah drama tabrakan dua Ferrari

"Namun tiga balapan pertama juga menekankan faktor krusial lainnya: pentingnya reliabilitas di musim yang diperpendek ini.

"Kami salah satu dari dua tim yang menyelesaikan semua balapan dengan kedua mobil tahun ini dan kami tahu bagaimana DNF (gagal finis) bisa membuat pimpinan perolehan poin menghilang."

Saat ini Hamilton memuncaki klasemen pebalap dengan selisih lima poin dari Bottas, dan terpaut 30 poin dari pebalap Red Bull Max Verstappen, yang finis podium di dua seri terakhir.

Baca juga: Red Bull terlalu lamban untuk tantang Mercedes di Austria

Verstappen bisa berharap hasil baik di sirkuit yang terletak tak jauh dari markas timnya itu.

"Kami tahu area yang harus kami perbaiki... Aku rasa kami bisa berharap hasil bagus di sana, secara historis ini merupakan trek yang cukup baik untuk tim, dan salah satu yang aku sangat menikmati ketika membalap," kata pebalap Belanda itu.

Racing Point, yang markasnya di seberang Silverstone, bisa menjadi rival terdekat Mercedes dengan mobil mereka yang memiliki desain serupa dengan mobil Mercedes tahun lalu yang digunakan Hamilton merebut gelar juara keenamnya.

Baca juga: Renault kembali ajukan protes soal legalitas mobil Racing Point

Tim berlivery merah jambu itu kemungkinan bakal mendapati protes kembali dari Renault yang mempertanyakan legalitas mobil RP20 sementara steward baru akan memutuskan hasil investigasi mereka pada Agustus nanti.

Sementara itu, Ferrari yang pernah 17 kali juara di Inggris, terlempar ke peringkat lima klasemen konstruktor karena paket mobil yang mengecewakan tahun ini. Mereka pun mengakui jika mobil SF1000 itu lamban dibandingkan dengan rival-rival mereka.

"Kami tahu dari sisi tingkat daya saing ini akan sulut, tapi kami harus fokus memperoleh informasi sebaik mungkin sehingga kami bisa mengembangkan mobil kami di arah yang benar," kata sporting director Ferrari Laurent Mekies.

Baca juga: Upgrade Ferrari di GP Styria mengecewakan
Baca juga: Formula 1 tambah tiga balapan Eropa di kalender 2020
Baca juga: Hockenheim menarik diri dari kalender F1 2020 karena pandemi

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2020