Kemarin Ajip Rosidi berpulang, Mendikbud sambangi Muhammadiyah

Kemarin Ajip Rosidi berpulang, Mendikbud sambangi Muhammadiyah

Arsip Foto. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (tengah). Mendikbud kemarin menyambangi pengurus PP Muhammadiyah dan membahas perihal pendidikan nasional. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pada Rabu (29/7), sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi berpulang pada usia 82 tahun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyambangi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Muhammadiyah menyampaikan kebulatan tekad untuk mundur dari Program Organisasi Penggerak.

Selain itu ada warta mengenai nasib pekerja yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19 yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut:

Sastrawan Ajip Rosidi berpulan

Sastrawan dan budayawan Ajip Rodisi berpulang dalam usia 82 tahun pada Rabu sekitar pukul 22.30 WIB saat menjalani perawatan pasca-operasi di RSUD Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah.


Mendikbud sambangi Muhammadiyah​​​​​​​

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyambangi keluarga besar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan berdiskusi perihal pendidikan nasional.


Muhammadiyah sudah bulat memutuskan mundur dari POP

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan kebulatan tekad untuk mundur dari Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno mengatakan Muhammadiyah konsisten dengan keputusan tersebut karena menilai pelaksanaan program itu tidak transparan.

Pekerja yang dirumahkan sebagian sudah bisa kembali bekerja

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa sebagian pekerja yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19 kini sudah bekerja kembali.

"Sekarang ini, mulai banyak teman-teman pekerja yang dirumahkan sudah diajak untuk bekerja kembali," katanya usai mengunjungi kantor pengelola kawasan industri Karawang International Industrial City.

 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini alasan Mendikbud Nadiem menunda POP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar