KKP dan Komisi IV DPR Safari Gemarikan di Bali

KKP dan Komisi IV DPR Safari Gemarikan di Bali

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama sama dengan Komisi IV DPR memberikan bantuan paket ikan pada masyarakat di Subak Pulagan Desa Tampaksiring sebagai target safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Gianyar (Dok Humas)

selain untuk memasyarakatkan gemar makan ikan, juga membantu UMKM lokal yang memproduksi olahan berbahan ikan
Gianyar, Bali (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Komisi IV DPR memberikan bantuan paket ikan kepada warga di Subak Pulagan Desa Tampaksiring sebagai target safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Gianyar, Bali.

"Pada kesempatan safari Gemarikan, kami menyerahkan bantuan sebanyak 500 paket ikan untuk dua kabupaten yaitu Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli, dan Gianyar mendapat jatah sebanyak 258 paket," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Catur Sarwanto, usai menyerahkan bantuan di Gianyar, Kamis.

Bantuan sebanyak 258 paket diserahkan langsung oleh pejabat KKP didampingi Anggota Komisi IV DPR AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, Asisten 2 Setdakab. Gianyar I Made Suradnya dan Kadis DKPKP Gianyar Dewi Hariani, di Balai Subak Pulagan Desa Tampaksiring, Gianyar.


Baca juga: KKP memastikan program Gemarikan selalu mengandung nilai edukasi


Bantuan itu berupa makanan hasil dari olahan ikan berupa bakso ikan, otak-otak, abon dan beberapa jenis ikan segar lainnya seperti ikan lemuru, tuna, mahi-mahi dan lain-lainnya yang diproduksi oleh UMKM di Kabupaten Gianyar.

Gerakan ini merupakan kegiatan nasional khususnya dalam rangka melaksanakan kegiatan untuk memerangi stunting dan juga dalam upaya meningkatkan imun tubuh dalam menghadapi virus corona dengan membiasakan makan ikan.

“Pemberian bantuan ini selain untuk memasyarakatkan gemar makan ikan, juga untuk membantu produk UMKM lokal terutama yang memproduksi olahan berbahan dasar ikan dan kemudian diserahkan kembali pada warga masyarakat di Kabupaten Gianyar,” jelas Catur Sarwanto.


Hal yang sama ditegaskan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, Subak Pulagan merupakan binaan BI dalam meningkatkan ketahanan pangan khususnya di bidang pertanian.

Terkait dengan Gemarikan, ia sangat mendukung karena ikan protein sangat tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terutama di masa pandemi COVID-19.


Baca juga: KKP dan DKP Tabanan adakan Safari Gemarikan selama COVID-19

Pihaknya juga sangat mengapresiasi program Pemkab Gianyar yang membantu nelayan dengan mengajak ASN untuk membeli ikan hasil petani ikan di Gianyar. Hal ini mungkin dapat ditiru oleh instansi lainnya di Bali begitu juga dengan BI.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR AA Bagus Adhi Mahendra Putra menegaskan, konsumsi masyarakat di Bali untuk ikan masih di bawah rata-rata. Jadi ini yang perlu kita tingkatkan, sehingga generasi kita menjadi sehat dan cerdas. Kalua kegiatan ini berjalan dengan baik, niscaya stunting tidak akan terjadi di Bali.

“Kenapa kami pilih krama di Subak Pulagan, karena lokasi ini jauh dari pantai, nah kita bawakan contoh-contoh ikan yang bermutu dan berkualitas tinggi, sehingga masyarakat menjadi terbiasa makan ikan dan kita dapat mencegah stunting di Bali,” tegas Bagus Adhi Mahendra.

Sementara itu Asisten 2 Setdakab Gianyar I Made Suradnya menjelaskan, program Gemarikan di Kabupaten Gianyar telah dimulai sejak tahun 2015 dan telah berkomitmen secara berkesinambungan dimulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Dalam setiap sosialisasi Gemarikan selalu diimbau agar senantiasa mengkonsumsi ikan berikut olahan ikan sebagai salah satu makanan pokok.

Baca juga: KKP bagikan paket olahan ikan untuk pengemudi taksi dan ojek daring

Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga selamatkan paus terdampar di Gianyar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar