Panen pedet, Mentan dorong produksi ternak sapi di Sulawesi Selatan

Panen pedet, Mentan dorong produksi ternak sapi di Sulawesi Selatan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Panen Pedet di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis. (Kementerian Pertanian)

terjadi lompatan populasi sapi maupun kerbau yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong produksi sapi dan kerbau dalam negeri, khususnya dari Provinsi Sulawesi Selatan memiliki kualitas yang sangat baik, sehingga menjadi sumber penyediaan pangan hewani bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Syahrul, saat menghadiri kegiatan panen pedet (anak sapi) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, wilayah ini memiliki potensi untuk turut membangun peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Panen pedet ini memberikan sebuah keyakinan pada kita bahwa kepala daerah di bawah pimpinan Gubernur Sulawesi Selatan telah mendorong peternakan yang bagus dan berakselerasi cukup baik," kata Mentan dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Mentan menjelaskan ternak sapi di Kabupaten Sinjai telah dikenal memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah dengan sapi dari luar negeri. Oleh karena itu, ia meminta kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) untuk membantu industri ternak di wilayah tersebut.

Baca juga: Kementan catat stok hewan kurban lokal mampu penuhi permintaan

Selama periode 2017-2020, pemerintah berhasil melakukan perkawinan buatan pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 13.868.641 akseptor dan telah menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 6.133.896 ekor.

Tercatat sampai 27 Juli 2020, program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 Akseptor, Bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor.

"Dengan keberhasilan tersebut terjadi lompatan populasi sapi maupun kerbau yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor," kata Mentan.

Selain itu, Kementan memberikan bantuan untuk mendorong laju pertumbuhan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Sulawesi Selatan. Bantuan itu meliputi sapi potong sebanyak 120 ekor, kambing maupun domba 675 ekor, babi 100 ekor dan ayam 4.500 ekor.

"Saya berharap bantuan ini bisa mendorong perkembangan peternakan di Sulawesi Selatan dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dan mewujudkan swasembada protein hewani," kata Syahrul.

Baca juga: Penuhi kebutuhan daging, Kementan dorong pengembangan sapi pasundan

Baca juga: Presiden Jokowi serahkan sapi kurban seberat 1 Ton ke Masjid Istiqlal
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar