Ellen DeGeneres minta maaf soal lingkungan kerja "toksik"

Ellen DeGeneres minta maaf soal lingkungan kerja "toksik"

Ellen DeGeneres (B. Roth/WENN for Tine Publicity)

Jakarta (ANTARA) - Pembawa acara Ellen DeGeneres meminta maaf terkait tuduhan adanya budaya kerja yang tak sehat, toksik.

Lewat sebuah memo yang diberikan kepada para kru pada Kamis (30/7), Ellen berniat membenahi masalah perilaku di balik panggung talkshow dia.

"Karena kita sudah tumbuh secara eksponensial, aku tidak lagi mampu mengendalikan segala hal dan harus bergantung kepada orang lain untuk melakukan pekerjaan sesuai seperti yang kuinginkan. Jelas beberapa orang tidak melakukan sesuai keinginanku," tulis dia dalam memo dikutip dari Hollywood Reporter pada Jumat.

Wanita 62 tahun itu menegaskan hal itu akan berubah.

Baca juga: Didera isu budaya kerja toksik, Ellen DeGeneres tak akan bangkrut

Baca juga: Ellen DeGeneres dikecam gara-gara guyonan karantina bagai penjara


"Aku berkomitmen untuk memastikan ini tidak terjadi lagi," kata Ellen DeGeneres tanpa mengatakan lebih detil terkait tindakan-tindakan yang akan dia ambil.

Namun yang jelas produser eksekutif Ed Glavin akan diberhentikan.

Salah satu orang dalam mengatakan bahwa Ellen DeGeneres bukanlah orang yang ramah dan riang seperti yang terlihat di panggung di hadapan para fans.

Dalam memo itu, DeGeneres mengatakan bahwa sesuatu sudah berubah di belakang panggung sehingga mengubah getaran "bahagia" yang dimaksudkannya di sana.

"Di hari pertama pertunjukan kita, aku memberi tahu semua orang di pertemuan pertama bahwa 'Ellen DeGeneres Show' akan menjadi tempat kebahagiaan - tidak ada yang akan berteriak marah-marah, dan semua orang akan diperlakukan dengan hormat," tulis DeGeneres.

"Jelas, sesuatu berubah, dan aku kecewa mengetahui bahwa ini tidak terjadi. Dan untuk itu, aku minta maaf. Siapa pun yang mengenalku tahu itu kebalikan dari apa yang kuyakini dan apa yang kuharapkan dari pertunjukan kita."

Program Ellen DeGeneres Show telah menghadapi tuduhan rasisme dan intimidasi, dan para peserta pameran mengatakan bahwa mereka "benar-benar patah hati" untuk mempelajari masalah tersebut.

"Sebagai seseorang yang dihakimi dan hampir kehilangan segalanya hanya karena menjadi diri saya sendiri," kata DeGeneres dalam memo, menyinggung soal pengakuan orientasi seksual dia yang tak mudah pada tahun 1990-an, "Aku benar-benar mengerti dan memiliki belas kasih yang mendalam bagi mereka yang memandang secara berbeda," atau diperlakukan tidak adil, tidak sama, atau - lebih buruk - diabaikan.

Baca juga: "Ellen DeGeneres Show" dalam penyelidikan WarnerMedia

Baca juga: Ellen DeGeneres Show stop produksi karena corona

Baca juga: Ellen DeGeneres juga boikot hotel Brunei

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar