Di Bengkulu sebanyak 2.200 hewan divaksin rabies

Di Bengkulu sebanyak 2.200 hewan divaksin rabies

Dokumentasi. Petugas Dinas Pertanian Kota Denpasar menyuntikkan vaksin anti rabies pada anjing dalam kegiatan vaksinasi di kawasan Pantai Sanur, Denpasar, Bali ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/hp.

Pemberian vaksin telah selesai sejak beberapa hari yang lalu
Mukomuko (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, telah memberikan vaksin anti rabies kepada sebanyak 2.200 hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan monyet peliharaan masyarakat setempat.

“Pemberian vaksin telah selesai sejak beberapa hari yang lalu, selanjutnya petugas peternakan dan kesehatan hewan di pusat kesehatan hewan di daerah ini melaporkan kegiatannya ke pemerintah pusat,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Warsiman di Mukomuko, Jumat.

Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian tahun ini mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi pada 2020 sebanyak 2.200 dosis vaksin anti rabies untuk hewan penular rabies anjing, kucing dan monyet peliharaan masyarakat di daerah ini.

Ia menyatakan, meskipun sebelumnya pemberian vaksin anti rabies oleh sejumlah petugas kesehatan hewan tingkat kecamatan tidak berjalan efektif karena kondisi pandemi COVID-19 di daerah ini.

Namun para petugas peternakan dan kesehatan hewan di tiga pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini tetap bisa menyelesaikan tugasnya.

Para petugas peternakan dan kesehatan di tiga puskeswan daerah ini bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan persatuan berburu babi (Porbi) untuk mengumpulkan anjing yang akan diberikan vaksin anti rabies.

Selain itu, ia mengatakan, instansinya juga menggandeng pemerintah desa untuk memberikan vaksin anti rabies kepada hewan peliharaan masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing.

Pemerintah memberikan vaksin anti rabies kepada hewan penular rabies untuk mengantisipasi jangan sampai hewan peliharaan masyarakat setempat menderita penyakit rabies dan hewan yang menderita rabies menularkan penyakitnya kepada manusia.

Ia mengatakan, instansinya pada tahun ini tidak ada kegiatan eliminasi anjing liar karena tidak ada anggaran operasional petugas dan pembelian racun untuk membasmi hewan yang menularkan penyakit rabies ini.

Baca juga: Kementan berikan bantuan 16.000 dosis vaksin rabies
Baca juga: Kementan kirim vaksin 14.000 dosis kendalikan rabies NTB

 

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar