Hindari longsor susulan, warga Aroanop Tembagapura mengungsi ke gunung

Hindari longsor susulan, warga Aroanop Tembagapura mengungsi ke gunung

Bencana longsor menimpa sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua sejak Kamis (30/7/2020) malam akibat curah hujan tinggi dalam beberapa terakhir. (FOTO ANTARA/HO-Elfinus Omaleng)

Mengingat di kawasan Aroanop dan sekitarnya belum terjangkau sinyal telepon maka warga setempat harus berjalan kaki sekitar lima jam untuk bisa melaporkan kejadian tersebut
Timika, Papua (ANTARA) - Ratusan kepala keluarga (KK) dari tiga kampung di lembah Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengungsi ke kaki Gunung Kanoma dan Japunogoli lantaran khawatir terjadi bencana longsor susulan di kampung mereka.

"Mereka adalah warga Kampung Baluni, Anggigi dan Omponi, yang mengungsi ke kaki Gunung Kanoma dan Japunogoli," kata tokoh pemuda Amungme Elfinus Omaleng di Timika, Jumat.

Ia mengatakan akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan terjadi longsor besar di Gunung Tabuk.

Material bebatuan bercampur pasir dan tanah dari gunung itu menuju Sungai Wanta lalu menuju tiga kampung itu hingga Sungai Otawatnogong.

"Akibat longsor di Baluni, Anggigi dan Omponi, rumah-rumah warga tertimbun. Masih ada beberapa warga yang hilang tertimbun longsor," kata Elfinus yang membagikan informasi itu dalam media sosial dan tersebar di berbagai grup whatsapp di Kota Timika.

Sejumlah warga yang selamat dari peristiwa itu, katanya, kini tengah mencari keberadaan sanak saudara mereka yang kemungkinan besar tertimbun material longsor.

Elfinus meminta bantuan Kantor SAR Timika untuk segera berkoordinasi dengan tim Emergency Response Grup (ERG) PT Freeport Indonesia guna segera diterjunkan ke Aroanop untuk membantu mencari warga yang hilang.

Mengingat di kawasan Aroanop dan sekitarnya belum terjangkau sinyal telepon, kata dia, maka warga setempat harus berjalan kaki sekitar lima jam untuk bisa melaporkan kejadian tersebut.

Salah seorang kepala suku di Kampung Aroanop, Isak Jangkup meminta Pemkab Mimika segera mengirim bantuan bahan makanan ke Aronop guna membantu warga yang kehabisan bahan makanan.

Isak mengatakan kejadian longsor di dua kampung tersebut terjadi pada Kamis (30/7) malam sekitar pukul 22.00 WIT mengakibatkan warga tercerai-berai menyelamatkan diri.

“Sekarang banyak warga yang masuk hutan menghindar ke tempat yang lebih aman. Tapi sebagian sudah berkumpul di Kanoma dan Japunogoli, di situ tempatnya agak aman,” katanya.

Selain tiga kampung di lembah Aroanop, bencana longsor juga menimpa satu kampung di wilayah Tsinga, Distrik Tembagapura yaitu Kampung Beanegogom, demikian Isak Jangkup.

Baca juga: Longsor di Tembagapura-Papua tidak sebabkan korban jiwa

Baca juga: Relawan Mimika bantu ribuan pengungsi banjir Sentani

Baca juga: Longsor di MP 74 Tembagapura, karyawan PT Freeport diungsikan

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kepala BNPB: antisipasi La Nina perlu mitigasi nonstruktural

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar