DKI sediakan bus sapu jagat bereskan kepadatan halte saat ganjil genap

DKI sediakan bus sapu jagat bereskan kepadatan halte saat ganjil genap

Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di dekat kawasan aturan ganjil-genap, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).

Dengan demikian jarak antar unit angkutan tidak lagi lima atau tiga menit saja, bahkan bisa hitungan detik
Jakarta (ANTARA) - Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus sapu jagat untuk mengantisipasi kepadatan di halte Transjakarta saat kebijakan pembatasan kendaraan berdasar plat nomor ganjil dan genap pada Senin (3/8) mendatang.

"Untuk di Transjakarta yang kita lakukan sekarang adalah dengan bus sapu jagat. Jadi, begitu ada antrean yang mulai keluar halte, otomatis bus kami tambah," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Baca juga: Dishub pastikan jam operasional angkutan umum kembai normal

Dengan demikian, kata Syafrin, jarak antar unit angkutan tidak lagi lima atau tiga menit saja, bahkan bisa hitungan detik dengan ketentuan begitu penuh kuotanya langsung jalan.

"Itu yang kita terapkan, contohnya di Pinang Ranti, itu sekarang sudah tidak ada keluhan ada antrean atau di halte Klender yang di awal PSBB Transisi di sana ada antrean. Itu yang kami pantau. Termasuk juga di halte Cawang UKI," ucapnya.

Baca juga: Dishub nilai pengaturan waktu aktivitas perkantoran tidak efektif

Selain titik-titik di atas, bus sapu jagat yang merupakan bus cadangan  disiapkan di titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan penumpang.

Seperti diketahui, Ganjil genap bakal mulai diterapkan kembali pada Senin (3/8) mendatang di 25 ruas jalan ibu kota.

Baca juga: Ini alasan Pemprov DKI Jakarta kembali berlakukan ganjil-genap

Kebijakan ganjil-genap ini, akan sama seperti sebelum masa pandemi yakni diterapkan dari Senin hingga Jumat dengan periode waktu pagi pada 06.00 WIB hingga 10.00 WIB dan petang pada 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus aktif dan kematian COVID-19 Indonesia lebih kecil dari rata-rata dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar