Saham Inggris jatuh lagi, indeks FTSE 100 anjlok 1,54 persen

Saham Inggris jatuh lagi, indeks FTSE 100 anjlok 1,54 persen

Indeks FTSE 100 Inggris. ANTARA/Reuters

Indeks FTSE 100 terperosok 2,31 persen atau 141,47 poin menjadi 5.989,99 poin pada Kamis (30/7/2020)
London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir jatuh lagi pada perdagangan Jumat (31/7/2020), mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London anjlok 1,54 persen atau 92,23 poin, menjadi menetap di 5.897,76 poin. Indeks FTSE 100 terperosok 2,31 persen atau 141,47 poin menjadi 5.989,99 poin pada Kamis (30/7/2020), berbalik dari kenaikan tipis 0,04 persen atau 2,20 poin menjadi 6.131,46 poin pada Rabu (29/7/2020), setelah menguat 0,40 persen atau 24,38 poin menjadi 6.129,26 poin pada Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Saham Jerman catat kerugian hari keempat, DAX 30 turun 0,54 persen

International Consolidated Airlines Group, perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, menjadi pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya menukik 9,00 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris BT Group yang terpuruk 8,60 persen, serta perusahaan teknik multinasional Inggris yang merancang, membuat dan mendistribusikan sistem tenaga untuk penerbangan dan industri lainnya Rolls-Royce Holdings jatuh turun 5,58 persen.

Sementara itu, sebut Xinhua, Land Securities Group, perusahaan pengembang properti komersial dan investasi, melonjak 3,19 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan keamanan siber global Avast yang meningkat 2,86 persen, serta kelompok perusahaan ekuitas dan modal ventura multinasional berpusat di London 3i Group naik 2,44 persen.

Baca juga: Saham Prancis kembali terpuruk, indeks CAC 40 jatuh 1,43 persen
Baca juga: Saham Hong Kong melemah lagi, indeks HSI ditutup turun 0,47 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar