Staf ungkap adanya pelecehan di acara "Ellen DeGeneres Show"

Staf ungkap adanya pelecehan di acara "Ellen DeGeneres Show"

Presiden Amerika Serikat Barack Obama muncul dalam acara Ellen DeGeneres Show di Burbank, California, Kamis (11/2). (REUTERS/Kevin Lamarque )

Jakarta (ANTARA) - Staf dan mantan kru dari acara "The Ellen DeGeneres Show" terus maju dan menggambarkan pengalaman mereka bekerja di program talk show Ellen DeGeneres tersebut.

Dikutip dari E!News, Senin, disebutkan bahwa BuzzFeed News menerbitkan penyelidikan baru, di mana belasan mantan karyawan acara secara anonim mengklaim produser eksekutif terlibat dalam pelanggaran seksual dan pelecehan.

Menurut publikasi itu, setidaknya hampir 12 mantan karyawan mengatakan bahwa sudah biasa bagi produser tersebut untuk membuat komentar eksplisit secara seksual di kantor. Produser ini kemudian menyangkal klaim yang dibuat dalam artikel BuzzFeed.

"BuzzFeed dipenuhi dengan klaim palsu yang salah menggambarkan saya, tindakan saya dan semua yang saya perjuangkan. Saya dengan tegas menyangkal segala jenis ketidakwajaran seksual," kata sang produser.

"Saya jadi merasa bahwa beberapa upaya saya untuk humor dan bercanda saja mungkin telah menyebabkan pelanggaran tertentu," ujarnya melanjutkan.

Produser yang dirahasiakan namanya itu menambahkan, dirinya selalu berusaha untuk memperlakukan semua orang termasuk staf dengan kebaikan, inklusivitas dan rasa hormat.

"Sepanjang waktu saya di acara itu, setahu saya, saya tidak pernah memiliki satu pun keluhan antar-pribadi tentang saya, dan saya sangat terpukul bahwa artikel jahat dan menyesatkan semacam ini dapat diterbitkan," kata dia.

Warner Bros tidak mengomentari investigasi terbaru Buzzfeed.

Dalam artikel itu, belasan mantan karyawan mengklaim produser memimpin acara dengan intimidasi dan ketakutan setiap hari.

Mengikuti laporan terbaru BuzzFeed, seorang sumber yang pernah mengerjakan acara itu memberi tahu E!News, "Saya tidak melihat sesuatu yang tidak normal. Ada hal-hal yang tidak pantas yang dikatakan. Saya tidak pernah tersinggung. Saya tidak pernah merasakan kejahatan."

"Saya tidak benar-benar memiliki sesuatu yang dramatis atau luar biasa di waktu saya di sana," lanjut sumber itu.

Melihat ke belakang, sumber itu menambahkan, "Hal-hal yang tidak pantas dikatakan bahwa dalam iklim ini Anda tidak dapat mengatakannya sekarang."

Dalam pernyataan sebelumnya, Warner Bros menegaskan komitmen mereka untuk menangani setiap tuduhan pelanggaran di tempat kerja.

"Penting bagi Warner Bros dan Ellen bahwa sebanyak mungkin orang yang terikat pada program ini dapat didengar. Pertunjukan Ellen DeGeneres adalah, dan selalu diupayakan untuk menjadi, tempat yang membawa kepositifan bagi dunia," kata pernyataan itu.

Ia melanjutkan, "Dan meskipun tidak semua tuduhan itu dikuatkan, kami kecewa bahwa temuan utama dari penyelidikan menunjukkan beberapa kekurangan terkait dengan manajemen acara sehari-hari."

"Kami telah mengidentifikasi beberapa perubahan staf, bersama dengan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. yang telah dimunculkan, dan sedang mengambil langkah pertama untuk mengimplementasikannya," lanjut dia.

Mereka menyimpulkan bahwa pihaknya yakin tindakan ini akan membawa seluruh pihak terkait ke jalan yang benar untuk kelanjutan program ini.

Sementara itu, "Ellen DeGeneres Show" masih memiliki beberapa acara pre-scheduled.


Baca juga: Didera isu budaya kerja toksik, Ellen DeGeneres tak akan bangkrut

Baca juga: "Ellen DeGeneres Show" dalam penyelidikan WarnerMedia

Baca juga: Ellen DeGeneres minta maaf soal lingkungan kerja "toksik"

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pusat perbelanjaan di Jakarta siap beroperasi kembali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar