Kemenkeu usul wajibkan layanan pemerintah berbasis NIK atau NPWP

Kemenkeu usul wajibkan layanan pemerintah berbasis NIK atau NPWP

Ilustrasi - Sejumlah anak-anak pengunjung Kidzania menunjukkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP), usai mengikuti penyuluhan pajak di Kidzania, Jakarta, Sabtu ( 30/10). FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani/foc/pri.

Data itu harus bisa tertata dengan baik dan harus ada interoperabilitas dengan data keuangan keseluruhan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan adanya regulasi untuk mewajibkan setiap layanan pemerintah berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperkuat pengelolaan data keuangan negara.

“Data itu harus bisa tertata dengan baik dan harus ada interoperabilitas dengan data keuangan keseluruhan,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Sudarto dalam webinar Satu Data Indonesia (SDI) di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dengan basis NIK dan atau NPWP diharapkan menjadi jangkar utama dalam meningkatkan interoperabilitas (pertukaran informasi) antar-sistem baik internal maupun eksternal pemerintah.

Baca juga: Perpres Satu Data Indonesia pangkas tumpang tindih data

Baca juga: Menteri PPN sebut Satu Data Indonesia dukung pemulihan dampak Corona


Contohnya, lanjut dia, data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sekitar 30 juta keluarga penerima manfaat yang terdata menggunakan NIK.

Direktorat di bawah Kemenkeu, lanjut dia, seperti Ditjen Pajak, Bea Cukai, serta kementerian dan lembaga lain, sudah terhubung dengan sistem di Kemenkeu menggunakan NIK atau NPWP sebagai basis data.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI).

Baca juga: Perpres Satu Data Indonesia pangkas tumpang tindih data

Keberadaan aturan data ini bertujuan agar pemerintah dapat mengumpulkan data dalam satu pintu yang akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses.

Data yang tersedia termasuk pangan, energi, infrastruktur, maritim, pendidikan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, industri, pariwisata, hingga reformasi birokrasi.

Menteri Keuangan (Menkeu) merupakan anggota dewan pengarah dalam SDI, bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Geospasial.

Kemenkeu juga berdiri sebagai salah satu pembina data yakni sebagai Pembina Data Keuangan Negara.

Baca juga: Bappenas: Satu Data Indonesia ciptakan sinkronisasi data

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kini, bikin NPWP tak perlu KTP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar