Kota Malang alami inflasi 0,06 persen pada Juli 2020

Kota Malang alami inflasi 0,06 persen pada Juli 2020

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo. ANTARA/Vicki Febrianto

Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Malang pada Juli 2020 merupakan yang terendah
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada Juli 2020, Kota Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, yang didorong kenaikan harga kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan bahwa inflasi Kota Malang yang tercatat sebesar 0,06 persen tersebut, merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi selama tiga tahun terakhir, pada bulan yang sama.

"Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Malang pada Juli 2020 merupakan yang terendah," katanya di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Baca juga: BPS sebut inflasi tahunan terendah sejak Mei 2000

Sunaryo menjelaskan, pada Juli 2018, tercatat tingkat inflasi Kota Malang sebesar 0,21 persen, dan pada 2019, inflasi sebesar 0,20 persen.

Ia menambahkan, pada Juli 2020, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat sebesar 1,77 persen.

Menurut Sunaryo, selain kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan sebesar 0,40 persen, penyedia makanan dan minuman sebesar 0,07 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

"Sementara, untuk tujuh kelompok pengeluaran lainnya, mengalami deflasi," katanya.

Tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tersebut adalah, kelompok pakaian dan alas kaki deflasi sebesar 0,04 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, dan makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,06 persen.

Kemudian, deflasi juga terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, transportasi 0,24 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,34 persen.

"Kelompok yang mengalami deflasi termasuk makanan, minuman, pakaian, dan alas kaki. Banyak produk di luar makanan, yang menghambat deflasi," katanya.

Sunaryo menambahkan, untuk komoditas yang mendorong inflasi Kota Malang pada Juli 2020, diantaranya adalah kenaikan pada komoditas emas perhiasan sebesar 4,34 persen, telur ayam ras sebesar 7,26 persen, biaya taman kanak-kanak sebesar 3,57 persen, dan cabai rawit naik 17,36 persen.

Sementara untuk komoditas utama yang tercatat mengalami penurunan harga, diantaranya adalah harga daging ayam ras turun sebesar 5,83 persen, tiket angkutan udara turun 3,01 persen, bawang merah 17,96 persen, dan bawang putih 13,28 persen.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 0,94 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,21 persen.

Baca juga: BPS catat deflasi pada Juli sebesar 0,10 persen
Baca juga: Kota Malang inflasi 0,27 persen, tertinggi di Jawa Timur


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketersediaan tidak sejalan dengan keterjangkauan, picu kenaikan harga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar