260 koperasi di Kota Kupang "mati suri"

260 koperasi di Kota Kupang "mati suri"

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Eben Ndapamerang. (Antara/ Benny Jahang)

Koperasi yang sudah mati suri itu pada umumnya karena pengurus sudah tidak aktif sehingga tidak melakukan aktivitas
Kupang (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebutkan sekitar 260 koperasi sudah mati suri atau tidak aktif lagi di daerah ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Eben Ndapamerang kepada ANTARA di Kupang, Senin, mengatakan hal itu terkait upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendorong pertumbuhan usaha koperasi di daerah itu.

Ia mengatakan hingga Mei 2020 tercatat 580 koperasi yang terdaftar dan yang masih aktif ada 320 koperasi, sedangkan 260 koperasi di antaranya sudah tidak aktif.

Baca juga: Kemenkop UKM: Koperasi tidak aktif dapat diusulkan dibekukan

"Koperasi yang sudah mati suri itu pada umumnya karena pengurus sudah tidak aktif sehingga tidak melakukan aktivitas," kata Ndapamerang.

Koperasi yang tidak aktif pada umumnya karena anggotanya sudah tidak aktif sehingga Pemkot Kupang segera mengusulkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk mencabut izin pendiriannya.

Dia mengatakan salah satu kendala dihadapi koperasi di NTT selama pandemi COVID-19 berlangsung tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) karena tidak diizinkan untuk menghadirkan banyak orang dalam kegiatan pertemuan.

Baca juga: Koperasi tidak aktif dibubarkan saja

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang telah mengimbau semua koperasi di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini untuk melakukan pertemuan rutin atau RAT secara virtual guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Kami sudah menyarankan agar laporan dilakukan secara tertulis dan dibagikan kepada anggota koperasi, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan COVID-19 apabila mengumpulkan banyak anggota koperasi dalam suatu ruangan," tegasnya.

Ia mengatakan koperasi yang dibentuk di Kota Kupang pada umumnya merupakan koperasi simpan pinjam sehingga merasakan dampak COVID-19 karena banyak anggota koperasi yang terlambat dalam mengangsur pinjaman bulanan.

Baca juga: Modernisasi koperasi perlu peran aktif milenial di masa normal baru

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkop UKM naikkan target Banpres Produktif ke 15 juta penerima

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar