PSBB transisi, GoJek sebut GoRide kembali diminati

PSBB transisi, GoJek sebut GoRide kembali diminati

Sekat pelindung untuk mitra driver Gojek pada layanan roda dua GoRide. Penggunaan sekat pelindung diuji coba pada layanan GoRide yang kembali beroperasi di DKI Jakarta pada masa PSBB Transisi. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Menyusul berlakunya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta dan sekitarnya, perusahaan teknologi Gojek mengatakan bahwa penggunanya berangsur mulai kembali menggunakan layanan GoRide.

"Masa PSBB pertama, ketika ojek online tidak bisa beroperasi, pengguna yang biasanya pakai layanan GoRide sempat beralih ke GoCar. Namun, sekarang berangsur sudah beralih ke Goride lagi, walaupun (volumenya) lebih rendah sebelum pandemi terjadi," kata Head of Transport Gojek Group, Raditya Wibowo, melalui diskusi virtual, Selasa.

Raditya mengatakan, penggunaan layanan GoRide-nya masih didominasi untuk perjalanan ke simpul-simpul transportasi publik seperti stasiun KRL, MRT, dan halte Transjakarta.

"Public transportation masih jadi used case kita untuk GoRide," kata dia.

Pria yang akrab disapa Dito itu kemudian memaparkan data internalnya, dimana 1 dari 2 pengguna Gojek di Jabodetabek pernah menggunakan Gojek untuk menyambung perjalanannya dari dan ke stasiun. Dan 1 dari 5 perjalanan Gojek adalah menuju atau dari simpul transportasi publik.

Lebih lanjut, Raditya mengatakan bahwa pihaknya mengamati perubahan tren itu dari masa PSBB pertama hingga kini. Sebelumnya, ketika PSBB pertama dilakukan, banyak ojek daring (motor) yang tidak beroperasi untuk antar-jemput penumpang, sehingga pengguna beralih ke bentuk mobil seperti GoCar.

Penggunaan layanan GoCar sendiri, lanjut dia, cukup beragam untuk perjalanannya. Beberapa ada yang menggunakan untuk perjalanan yang cukup jauh dari dan ke kantor, dan ada pula yang digunakan untuk transit ke simpul transportasi publik.

"Namun memang, dari segi biaya, jika pengguna memakai GoCar ke kantor mungkin sedikit susah jika dipakai tiap hari. Sehingga, trennya mulai berbalik (ke GoRide) walaupun belum ke level sebelumnya," ujar Raditya.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendukung adanya kolaborasi antara Gojek dan operator transportasi umum agar bisa berjalan beriringan dan menambah kemudahan perjalanan masyarakat.

"Dengan adanya GoRide ini diharapkan secara efektif memperluas jaringan public transportation ke dan dari Jakarta. Kita bukan kompetitor, tapi teman. Dengan masyarakat yang menggunakan transportasi publik, semuanya akan untung," pungkasnya.

Baca juga: Gojek akui ada penundaan rencana investasi di masa pandemi

Baca juga: GoRide kembali beroperasi di Bekasi, Gojek andalkan inisiatif J3K

Baca juga: Mitra dan user Gojek bisa batalkan order tanpa penalti, ini syaratnya

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ojol beroperasi, ini prosedur kesehatan Gojek dan Grab

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar