Mendikbud: Belajar dapat dilakukan kapan dan di mana saja

Mendikbud: Belajar dapat dilakukan kapan dan di mana saja

Sejumlah pelajar SMP N 4 Bawang berada di atas bangunan kamar mandi umum untuk mendapatkan sinyal jaringan internet gratis di Sigemplong, Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.

Inilah anak Indonesia yang sesungguhnya, generasi yang ulet dan pantang menyerah..
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan proses belajar mengajar sejatinya dapat dilakukan kapan dan di mana saja termasuk dalam kondisi apapun.

"Situasi yang sulit bukannya mematahkan semangat belajar tetapi justru semakin menguatkan," kata dia melalui rekaman video pada diskusi daring dalam rangkaian Hari Anak 2020 yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan saat sejumlah negara sedang berjuang melawan pandemi COVID-19 tidak terkecuali Indonesia, maka pada waktu itu juga seharusnya anak Indonesia memperlihatkan sikap ulet dan pantang menyerah dalam menimba ilmu.

"Inilah anak Indonesia yang sesungguhnya, generasi yang ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di depan mata," ujar dia.

Baca juga: Nadiem terapkan pembelajaran jarak jauh demi keuntungan pribadi? Ini faktanya

Menteri kelahiran 4 Juli 1984 tersebut berharap semua anak Indonesia tetap sehat dan ceria dalam mengisi waktu serta mempelajari hal-hal yang disukai dan tentunya bermanfaat.

Tidak hanya memberikan dorongan kepada anak didik, pendiri Gojek tersebut juga meminta peran serta orang tua agar lebih optimal dalam mendidik anak terutama saat pembelajaran jarak jauh masih diterapkan.

Menurut dia, pendidikan yang baik dan menggembirakan hanya dapat terwujud apabila semua pihak mulai dari siswa, orang tua dan guru saling bergotong royong dalam mengerjakannya.

Baca juga: Nadiem tekankan protokol soal pembelajaran tatap muka di zona nonhijau

Pada kesempatan itu, lulusan Universitas Brown Amerika Serikat tersebut juga memberikan apresiasi kepada organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dinilai berperan besar dalam membantu memajukan pendidikan di Tanah Air terutama sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan Kowani sejak 1951 tersebut telah membuahkan hasil yang besar di dunia pendidikan yaitu keluarnya Keputusan Presiden (Kepres) nomor 44 tahun 1984.

"Kepres tersebut memutuskan bahwa hari anak nasional diperingati setiap 23 Juli untuk mewujudkan Indonesia negara yang ramah anak," ujarnya.

Baca juga: Kemendikbud tengah selesaikan kurikulum untuk masa pandemi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendikbud anggarkan Rp1,49 triliun untuk digitalisasi sekolah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar