ASN Temanggung bantu serap bawang putih petani

ASN Temanggung bantu serap bawang putih petani

Warga menjemur bawang putih lokal varietas Lumbu Kuning di kawasan lereng gunung Sumbing, Desa Legoksari, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2020). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.

Dengan penyerapan ini diharapkan dapat menaikkan harga bawang putih lokal yang saat ini anjlok di pasaran
Temanggung (ANTARA) - Aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, turut membantu menyerap bawang putih hasil panen petani lokal, yang saat ini masih menumpuk.

Kabag Humas Pemkab Temanggung Sumarlinah di Temanggung, Rabu, mengatakan tujuan pembelian bawang putih dari ASN ini untuk mempercepat penyerapan hasil panen petani yang belum terjual karena harga murah.

"Dengan penyerapan ini diharapkan dapat menaikkan harga bawang putih lokal yang saat ini anjlok di pasaran," katanya.

Baca juga: Pembelian bawang putih PNS Temanggung belum kurangi stok petani

Ia menyampaikan aturan ASN untuk membeli bawang putih petani tertuang dalam surat edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Temanggung nomor 520/889/VII/2020 tertanggal 22 Juli 2020.

Surat edaran tersebut mengatur golongan III dan IV wajib membeli minimal 2 kilogram bawang putih, golongan I dan II wajibkan membeli bawang putih minimal 1 kilogram.

Adapun jumlah ASN di Kabupaten Temanggung sekitar 9.000 orang. Pembelian bawang putih ini dikoordinasikan oleh pimpinan masing-masing dinas dan instansi.

Sumarlinah menuturkan Bagian Humas Setda telah mengkoordinir pembelian bawang putih bagi ASN di lingkungan Kantor Setda Temanggung.

Bawang putih tersebut berasal dari para petani di Kecamatan Kledung, dimana hasil panen cukup banyak dan belum terserap.

Ia mengatakan saat ini petani membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait dengan penyerapan hasil panen bawang putih, terutama dari para ASN.

"Dengan adanya kewajiban pembelian bawang putih oleh ASN setidaknya bisa menolong petani yang saat ini sebenarnya masih menyimpan banyak persediaan bawang putih. Para petani belum menjual hasil panen seluruhnya dikarenakan harga jualnya sangat rendah," katanya.

Menurut dia, dengan adanya peningkatan volume pembelian dari para ASN maka penyerapan bawang putih akan semakin tinggi dan diharapkan petani tidak mengalami kerugian.

Keterlibatan ASN dalam pembelian bawang putih ini diharapkan dapat membantu menyerap 20-30 persen panen bawang putih petani.

Ia menuturkan dalam surat edaran tersebut ditetapkan tentang batasan minimal pembelian bawang putih, namun diharapkan para ASN di setiap organisasi perangkat daerah mau melakukan pembelian di atas batas yang ditetapkan dan melakukan pembelian berulang.

Sebelumnya Bupati Temanggung M Al Khadziq mengakui kebijakan yang mengharuskan PNS Kabupaten Temanggung untuk membeli bawang putih lokal belum berdampak signifikan terhadap terserapnya bawang putih di tingkat petani.

"Hampir di setiap rumah petani di sentra bawang putih menumpuk komoditas tersebut akibat tidak laku dijual atau harga jauh di bawah harga normal akibat masuknya bawang impor," katanya.

Ia mengatakan memang sudah ada realisasi pembelian bawang putih di tingkat petani oleh ASN yang dikoordinir masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD), namun jumlahnya relatif kecil dibanding hasil panen petani. Hasil panen bawang putih petani saat ini sekitar 12.000 ton.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Kementerian Pertanian untuk tetap membeli bawang putih hasil panen petani Kabupaten Temanggung melalui dana APBN sesuai rencana semula untuk bibit dalam upaya swasembada bawang putih.

Baca juga: Importir diminta beli bawang putih petani Temanggung

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wamenag ajak ASN berperan menjaga nilai-nilai kebangsaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar