Dishub DKI gagas "superapps" untuk membantu warga bermobilitas

Dishub DKI gagas "superapps" untuk membantu warga bermobilitas

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. ANTARA/Fianda Rassat/am.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menggagas aplikasi super (superapps) untuk membantu warga Jakarta melakukan mobilitas secara optimal.

"Kami akan membuat superapps yang di dalamnya ada layanan transportasi online, ada Gojek dan Grab, baik roda dua dan roda empat, dan semua transportasi umum," kata Syafrin dalam webinar bertajuk "Peranan Transportasi Daring dalam Transportasi Massal" yang diselenggarakan oleh SBM ITB, Rabu.

Syafrin mengatakan aplikasi itu bagi warga Jakarta sehingga dapat mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk bermobilitas baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum termasuk di dalamnya kendaraan daring.

"Jika warga menggunakan superapps lalu mau naik kendaraan pribadi, berapa cost yang akan dikeluarkan, itu akan diberikan informasi oleh sistem," katanya.

Begitu juga jika menggunakan angkutan umum termasuk di dalamnya adalah kendaraan daring (akan ada informasi) besarnya cost yang harus dikeluarkan. "Sehingga warga punya perencanaan baik keuangan harian dan bulanan," ujar Syafrin.

Baca juga: Dishub DKI: jam operasional angkutan umum kembali normal
Baca juga: BUMN dan BUMD DKI bentuk perusahaan pembayaran antarmoda transportasi


Aplikasi itu dirancang untuk mendukung program integrasi transportasi di ibu kota, yaitu JakLingko sehingga dapat menjalankan push and pull strategy atau upaya mendorong masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi dan menarik masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

"Kata kunci JakLingko ini adalah bagaimana mengintegrasikan antara push strategy and pull strategy bisa dijalankan. Sehingga nantinya ke depan warga Jakarta yang beraktivitas memiliki pilihan sebelum yang bersangkutan berangkat," kata Syafrin.

Saat ini integrasi layanan antarmoda transportasi di DKI Jakarta sudah dapat dirasakan mulai dari penataan secara bentuk fisik hingga persiapan integrasi pembayaran.

Untuk integrasi fisik dapat dilihat lewat penataan empat stasiun, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen dan Stasiun Sudirman.

Sementara untuk persiapan integrasi pembayaran dapat dilihat melalui kesepakatan empat penyedia layanan transportasi umum di Jakarta, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, TransJakarta, LRT Jakarta serta KCI membentuk anak perusahaan bernama JakLingko Indonesia untuk membangun sistem pembayaran terintegrasi.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI belum terapkan ganjil genap untuk sepeda motor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar