Bupati tak berikan izin ritel waralaba di Seruyan

Bupati tak berikan izin ritel waralaba di Seruyan

Bupati Seruyan Yulhaidir (kiri) bersama Wakil Bupati Seruyan Iswanti (kanan) di Kuala Pembuang. ANTARA/Radianor

Saya ingin pasar-pasar tradisional yang kecil-kecil ini bisa berkembang. Kalau kita berikan izin waralaba tersebut, yang ada nanti mereka kalah bersaing
Kuala Pembuang, Kalteng (ANTARA) - Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Yulhaidir menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan izin kepada perusahaan di bidang ritel waralaba yang ingin mendirikan super market dan lainnya di wilayah setempat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung serta membantu usaha-usaha milik masyarakat Kabupaten Seruyan berkembang dan semakin maju, kata Yulhaidir di Kuala Pembuang, Rabu

"Saya ingin pasar-pasar tradisional yang kecil-kecil ini bisa berkembang. Kalau kita berikan izin waralaba tersebut, yang ada nanti mereka kalah bersaing," katanya.

Menurut dia, jadi kalau misalnya seperti supermarket dan lainnya didirikan di kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hantantiring ini tentu akan berdampak bagi pelaku usaha tradisional dan toko-toko kecil, walaupun dengan adanya itu juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Seruyan. Tapi yang pelu diutamakan adalah masyarakat sendiri.

"Kita tidak ingin mengganggu usaha masyarakat kita, jika kita izinkan investor tersebut masuk, tentu akan berdampak bagi mereka, kita lebih mementingkan masyarakat sendiri dan kita berikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang," ungkap Yulhaidir.

Orang nomor satu di Seruyan itu berharap dengan adanya kebijakan untuk tidak mengizinkan perusahaan seperti super market ini, masyarakat atau pelaku usah pasar tradisional agar lebih meningkatkan produk-produk yang dijual, agar konsumen akan merasa puas untuk berbelanja ditempat mereka, sehingga juga dengan itu dapat berkembang cepat.

"Saya harap masyarakat agar lebih memaksimalkan lagi dalam hal tersebut agar pasar tradisional kita akan berkembang pesat, jangan sampai setelah adanya kebijakan itu, malah pelaku usahanya tidak berusaha maksimal untuk mengembangkan usahanya," kata Yulhaidir.

Ia menambahkan, jika super market waralaba ini diizinkan tentu berdampak negatif bagi pedagang-pedagang kecil serta juga pada perekonomian kemasyarakatan.

"Adanya pasar tradisional juga dapat menjaga kestabilan harga dan dapat tawar menawar," kata Yulhaidir.

Baca juga: Pemprov Kalteng didesak perbaiki jalan Sampit-Seruyan yang ambruk

Baca juga: Perusahaan besar di Seruyan diminta sediakan lahan pangan

 

Pewarta: Kasriadi/Radianor
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bisnis kuliner akan tetap menjadi tren waralaba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar