MPR sampaikan keprihatinan meningkatnya kasus COVID-19

MPR sampaikan keprihatinan meningkatnya kasus COVID-19

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Syarief Hasan ditemui di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/pri.

Antarkementerian dan lembaga harus bersatu padu dan mengedepankan kepentingan bersama agar pandemi COVID-19 segera teratasi.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyatakan keprihatinan terhadap menajemen Pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19 karena sampai saat ini pertumbuhan kasus di Indonesia masih sangat tinggi di atas 1.000 kasus.

Dengan demikian, kata Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, total kasus terkonfirmasi menjadi 115.056 orang pada hari Selasa (4/8).

Menurut dia, pernyataan Presiden Joko Widodo beberapa waktu belakangan terkait kementerian dan lembaga negara yang bekerja sendiri-sendiri menunjukkan belum kompak Pemerintah dalam menangani COVID-19.

Baca juga: 6.914 pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19

"Padahal, keberhasilan beberapa negara dalam menanggulangi pandemi COVID-19 tidak terlepas dari peran bersama dan saling bahu-membahu antarlembaga," kata Syarief.

Syarief menilai kesuksesan penanganan pandemi COVID-19 sangat tergantung pada pemerintahnya karena pemerintah memiliki sumber daya yang besar dan kemampuan intervensi pada setiap kebijakan-kebijakan di Indonesia.

Menurut dia, angka positif harian yang tinggi menunjukkan kurang efektifnya berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah.

Ia menyebut di beberapa negara, termasuk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, telah berhasil menekan penyebaran COVID-19.

"Praktis hanya Indonesia yang masih memiliki peningkatan kasus tajam di Asia Tenggara. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah di masing-masing negara," ujarnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu memberikan contoh peran sentral kepala pemerintahan di beberapa negara, misalnya Perdana Menteri Malaysia sejak mengalami penyebaran di awal Maret langsung mengambil kebijakan lockdown untuk menutup ruang masuknya pembawa virus ke negara tersebut.

Akhirnya, menurut dia, Malaysia mampu menekan angka positif COVID-19 dan menjaga pertumbuhan ekonominya.

Baca juga: Ketua TP-PKK bagikan 2,5 juta masker di Indramayu

Baca juga: Kemenperin konsisten bantu IKM di tengah COVID-19


Begitu pula, Presiden Turki mengambil kebijakan lockdown di setiap akhir pekan dan aturan ketat tinggal di rumah bagi anak-anak dan lansia sehingga berhasil menekan angka positif di Turki.

"Pemerintah harus belajar dari negara lain dalam hal kekompakan menyelesaikan pandemi COVID-19," katanya.

Menurut dia, Indonesia memiliki budaya gotong royong yang sangat kental namun belum tergambarkan dalam pengelolaan oleh Pemerintah menanggulangi pandemi.

Syarief menyarankan agar antarkementerian dan lembaga harus bersatu padu dan mengedepankan kepentingan bersama agar pandemi ini segera teratasi.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Ketua MPR RI ajak saling peduli di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar