Gorontalo usulkan sejumlah kawasan menjadi geopark nasional

Gorontalo usulkan sejumlah kawasan menjadi geopark nasional

Taman Laut Olele di Gorontalo yang dinilai berpotensi sebagai kawasan geopark. ANTARA/Debby Mano

Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Kamis, mengatakan pihaknya akan mengusulkan sejumlah kawasan di daerah tersebut menjadi geopark nasional.

Sejak tahun 2018, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menginisiasi pengembangan geopark dengan Pembentukan Komite Geopark Gorontalo dan melakukan tahapan-tahapannya.

Awal tahun 2020 Pemprov Gorontalo telah menyurat ke Badan Geologi Kementerian ESDM RI untuk melaksanakan kajian keanekaragaman geologi dan menguatkan kajian yang sudah dilaksanakan peneliti lokal.

Gubernur menjelaskan beberapa kawasan yang sudah diidentifikasi sebagai geosite potensial untuk pengembangan geopark diantaranya Danau Limboto, Benteng Otanaha, Pendaratan Soekarno, dan Taman Laut Olele.

Selain itu juga ada hiu paus Botubarani, Wisata Religi Bubohu, Pantai Dulanga, Hutan Pinus Dulamayo, Hungayono, Pantai Biluhu, Pulau Saronde, Perkampungan Suku Bajo Torosiaje, dan Pulau Cinta.

Baca juga: Penetapan Geopark Gorontalo diharapkan bisa ditunjang Gorontalo Utara
Baca juga: Kemendikbud usulkan Geopark Ijen jadi bagian jaringan geopark dunia


Ia berharap geopark akan mampu mengangkat pariwisata Gorontalo dan menarik minat investor untuk membangun kawasan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki mengatakan bahwa kondisi wilayah dan budaya daerah itu memiliki daya tarik kelas dunia.

Keunikan Geopark Gorontalo, lanjutnya, didukung posisi bio-region yang berada di kawasan Wallacea yang memiliki flora fauna dengan endemisitas tinggi, proses pembentukan geologinya yang unik, dan kekayaan budaya yang terpelihara hingga kini.

“Kami berharap Gorontalo bisa segera memiliki geopark setelah ada kajiannya,” kata Budi.

Baca juga: Bappenas sebut geopark sangat layak ada di Gorontalo
Baca juga: Gubernur: Geopark Maros Pangkep penuhi standar destinasi wisata UNESCO


Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar