PHRI Kalbar: Industri perhotelan mulai bangkit meski masih lambat

PHRI Kalbar: Industri perhotelan mulai bangkit meski masih lambat

Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal (ANTARA/Dedi)

Secara umum mulai bangkit dan kamiĀ  terus berusaha agar pulih. Meskipun pelan - pelan dan diharapkan bisa kembali normal.
Pontianak (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalimantan Barat Yuliardi Qamal menyebutkan bahwa industri perhotelan dan rumah makan di Kalbar mulai bangkit meskipun masih lambat dampak wabah COVID-19.

"Secara umum mulai bangkit dan kami  terus berusaha agar pulih. Meskipun pelan - pelan dan diharapkan bisa kembali normal," ujarnya di Pontianak, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa dilihat dari tingkat hunian hotel memang saat ini masih rendah karena masih di bawah 40 persen.

"Pernah ada hanya 10 kamar saja yang ada tamu pada 1 hotel namun sekarang mulai bertambah seiring normal baru. Mulai pelan dan semoga tidak ada kendala menuju normal," jelas dia.

Baca juga: Kemenparekraf pastikan hotel-restoran terapkan protokol kesehatan

Pihaknya terus memaksimalkan peluang dan berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah COVID-19 baik untuk karyawan atau manajemen maupun tamu.

"Pemerintah sudah membuka sektor perhotelan untuk beroperasi semula. Namun, ada kendala pada penerapan di lapangan ada pihak terkait belum seirama dengan pimpinan daerah. Kami harus izin dulu padahal pimpinan daerah tidak masalah. Ini yang akan kami minta dipertegas kepada pimpinan daerah," jelas dia.

Sektor perhotelan dan restoran menurutnya tidak dipungkiri penyumbang PAD yang memiliki andil besar terutama untuk pusat ibu kota Provinsi Kalbar.

"Untuk Kota Pontianak, PAD dari usaha kami cukup besar karena memang kota ini bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Kalau lesu bisnis ini maka PAD akan rendah pula. Jadi kami minta dukungan penuh pemerintah kota dan kami siap menerapkan protokol kesehatan untuk setiap kegiatan di perhotelan dan restoran,"kata dia.

Baca juga: Pelaku bisnis perhotelan Jakarta optimis tingkat hunian naik 40 persen

Sementara itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalbar pada Juni 2020 hanya sebesar 20,84 persen. Angka tersebut naik 8,38 poin dibandingkan Mei 2020 yang hanya sebesar 12,46 persen.

Kemudian untuk, rata-rata lama menginap tamu hotel Bintang di Kalbar pada Juni 2020 selama 1,46 hari, turun 0,10 hari dibandingkan Mei 2020 selama 1,56 hari.

Pewarta: Dedi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dinkes Kalbar minta masyarakat jangan remehkan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar