Saran pakar hidrologi agar produktivitas pertanian meningkat

Saran pakar hidrologi agar produktivitas pertanian meningkat

Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air, Universitas Jenderal Soedirman, Yanto, Ph.D. ANTARA - Wuryanti PS

Upaya intensifikasi pertanian melalui pendidikan bertani menggunakan teknik-teknik pengairan modern harus mulai dilakukan
Purwokerto (ANTARA) - Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Yanto mengingatkan perlu menerapkan teknik pengairan modern guna meningkatkan produktivitas pertanian.

"Upaya intensifikasi pertanian melalui pendidikan bertani menggunakan teknik-teknik pengairan modern harus mulai dilakukan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Dia menjelaskan teknik pengairan modern antara lain dengan metode irigasi tetes, irigasi pancaran dan lain sebagainya yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan air.

Dia menambahkan ada dua pendekatan yang perlu dilakukan secara simultan oleh pemerintah yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, dalam konteks ketersediaan pengairan.

"Lumbung-lumbung padi perlu disiapkan di daerah-daerah yang masih memiliki lahan yang luas dengan pencetakan sawah baru pada daerah-daerah yang memiliki potensi air yang besar," katanya.

Selain itu, kata dia, upaya intensifikasi melalui pendidikan bertani menggunakan teknik-teknik pengairan modern juga harus mulai dilakukan.

"Ini bisa diberikan kepada semua orang, termasuk generasi muda. Agar regenerasi petani dapat dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu dia juga kembali mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan air merupakan salah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan produksi pertanian.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan maka harus melakukan berbagai persiapan sebagai upaya mitigasi kemungkinan krisis pangan, salah satunya adalah memastikan ketersediaan air," katanya.

Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk menampung air hujan baik dalam skala besar maupun kecil sangat diperlukan.

"Pemerintah saat ini memang sudah merencanakan pembangunan waduk hingga tahun 2030 yang dapat meningkatkan kapasitas tampungan hingga 19,1 miliar meter kubik," katanya.

Namun demikian, kata dia, perlu memperhatikan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2030.

"Apabila penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan maka kapasitas tampungan air per penduduk tidak akan banyak berubah," katanya.

Karena itu, kata dia, jumlah waduk yang lebih banyak akan sangat diperlukan pada masa yang akan datang guna menjaga ketersediaan air.

Baca juga: Pakar: tingkatkan produktivitas pertanian dengan jarak tanam
Baca juga: Balitbangtan lepas Biobestari Agritan, padi gogo produktivitas tinggi


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pangkoopsau I: kebutuhan pangan tak dapat dicegah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar