API-Kementerian ESDM akan gelar pameran virtual panas bumi September

API-Kementerian ESDM akan gelar pameran virtual panas bumi September

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo mengunjungi gerai pameran PT Pertamina (Persero) pada acara Seminar dan Pameran EBTKE dan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2015 di Balai Sidang, Senayan (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Panas bumi Indonesia (API) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan menyelenggarakan kegiatan Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020 secara virtual.

Acara tersebut akan dilaksanakan pada 8 - 10 September 2020 melalui aplikasi Zoom bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan API yang ke-20 . Acara ini terdiri dari konvensi virtual  serta program pendukung lainnya yaitu lokakarya virtual, virtual technical paper, dan virtual field trip, dengan  tema “The Future is Now: Committing Geothermal Energy for Indonesia’s Sustainable Development”.

Baca juga: Asosiasi apresiasi strategi "government driling" di bidang panas bumi

Ketua Pelaksana Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020 Eko Agung Bramantyo dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki relevansi untuk membantu meningkatkan keekonomian panas bumi di dalam negeri, maupun terkait dengan isu global saat ini yaitu pandemi COVID-19 yang mempengaruhi berbagai sektor perekonomian, termasuk Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya energi panas bumi.

Forum DIIGC 2020 sangat penting, kata dia, karena konvensi virtual akan dibahas dan dibagi pengalaman terkait kerangka kebijakan yang menarik terhadap isu global saat ini yaitu pandemi COVID-19, serta komitmen investasi dari pengembang yang membutuhkan dukungan badan-badan pendanaan.

Baca juga: KemenESDM: Pemerintah eksplorasi panas bumi guna pancing investor EBT

Sementara itu Ketua Umum API Prijandaru Effendi menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan panas bumi dan sampai akhir tahun 2019 total kapasitas terpasang sudah lebih dari 2.000 MW.

Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS) sebagai produsen energi panas bumi terbesar.

Oleh karena itu acara DIIGC ini dapat dijadikan momentum di mana panas bumi di Indonesia dapat Ikut berperan sebagai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan serta membantu meningkatkan keekonomiannya di dalam negeri.

Baca juga: Pacu investasi panas bumi, pemerintah siapkan kompensasi eksplorasi

Baca juga: Ini strategi pemerintah untuk percepat pengembangan panas bumi


 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Listrik EBT jadi pelita baru warga Pulau Saugi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar