Produsen baja investasi Rp65 miliar untuk transformasi teknologi

Produsen baja investasi Rp65 miliar untuk transformasi teknologi

Ilustrasi - Petugas beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.

Kami akan terus melakukan berbagai perubahan untuk mempertahankan posisi kami sebagai produsen baja kelas dunia dan sebagai yang terdepan di industri ini
Jakarta (ANTARA) - Produsen baja nasional PT Gunung Raja Paksi (GRP) menanamkan investasi senilai Rp65 miliar untuk pengembangan transformasi digital dengan melibatkan dua perusahaan internasional IBM Indonesia dan SAP Indonesia.

"Transformasi teknologi ini untuk mempermudah interaksi yang lebih efektif, efisien dan transparan dalam proses supply chain dan pelanggan," ujar Pjs.Presiden Direktur GRP, AGW Sangkaeng seusai penandatanganan kerjasama dengan Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya dan Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, nilai investasi sebesar Rp65 miliar tersebut selama lima tahun termasuk implementasi, instalasi, support dan lisensi dan diharapkan proyek tersebut membantu GRP untuk melakukan total transformasi bisnis.

Implementasi proyek ini diperkirakan akan berjalan dalam kurun waktu 9 hingga 11 bulan ke depan yang nantinya dapat dirasakan penuh pemanfaatannya oleh perusahaan.

"Pengadopsian teknologi ini diharapkan dapat terus membantu perkembangan GRP dan khususnya industri baja di Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis.

Transformasi digital tersebut, tambahnya, melibatkan IBM Services melalui solusi IBM IMPACT Solutions for Mill Product & Mining yang menggunakan SAP S/4Hana Business Process Hierarchy dan memuat proses bisnis khusus untuk industri pengolahan baja dan pertambangan.

Selain itu IBM juga menggunakan pendekatan secara tangkas (agile) dengan menggunakan IBM Ascend Methodology.

Dikatakannya, transformasi merupakan salah satu cara dalam meningkatkan giat hasil bisnis di Indonesia, agar memberikan dampak baik dan kontribusi yang lebih besar bagi industri baja di Indonesia.

"Kami akan terus melakukan berbagai perubahan untuk mempertahankan posisi kami sebagai produsen baja kelas dunia dan sebagai yang terdepan di industri ini”, ujar Sengkaeng.

PT GRP merupakan anak perusahaan Gunung Steel Group yang saat ini memproduksi 2,800 juta ton baja berkualitas tinggi di bawah sertifikasi lokal dan internasional.

Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya mengatakan, mengatakan IBM IMPACT Solutions for Mill Products and Mining akan mendukung persyaratan perusahaan untuk bisa berinteraksi lebih baik dengan para pelanggan dimana seluruh proses dari penjualan hingga pengantaran bisa diberikan dengan lebih transparan.

Sementara, Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro menyatakan pemanfaatan SAP S4/HANA yang secara alami terintegrasi akan mempersingkat pendataan.

Menurut dia, GRP telah memulai langkahnya untuk menjadi intelligent enterprise dalam mengoptimalisasi pada operasional pabrik, manajemen finansial, perencanaan bisnis, dan manajemen sumberdaya manusia yang akan memberikan dampak positif bagi nilai perusahaan, kepuasan pelanggan, karyawan, pemegang saham dan stakeholder lainnya.

Baca juga: Produsen baja nasional komitmen tingkatkan kualitas produksi
Baca juga: Produsen baja nasional tingkatkan daya saing di tengah pandemi

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menristek sebut teknologi dan riset motor transformasi ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar