DKI bagikan buku saku agar masyarakat bersepeda dengan aman-bijak

DKI bagikan buku saku agar masyarakat bersepeda dengan aman-bijak

Pesepeda melintasi jalur sepeda di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (19/7/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah jalur sepeda serta meluaskannya seiring meningkatnya jumlah pesepeda di Jakarta akhir-akhir ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Jadi setiap sepeda dibeli akan diberikan atau disertai dengan buku panduan ini
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membagikan buku saku panduan aman bersepeda selama pandemi COVID-19 kepada masyarakat secara cuma-cuma dengan harapan masyarakat dapat bersepeda dengan aman dan bijak selama beraktivitas di ruas jalan Ibu Kota.

"Jadi setiap sepeda dibeli akan diberikan atau disertai dengan buku panduan ini, sehingga mereka akan terinformasikan langsung pada saat membeli sepeda," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pemprov telah menyiapkan dua cara pembagian buku ini, yaitu dibagikan langsung kepada pesepeda dan melalui komunitas yang bekerja sama dengan produsen sepeda.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan pemerintah menerbitkan buku ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada warga, sekaligus melengkapi keberadaan jalur sepeda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022.

Baca juga: Pemkot Jakpus perluas kawasan khusus pesepeda di Kecamatan Gambir
Baca juga: Jalur sepeda Jakarta ditambah seiring peningkatan penggunanya


Pada 2019, DKI membuat jalur sepanjang 63 kilometer secara bertahap. Pada fase satu, jalur sepeda sepanjang 25 kilometer dibentangkan antara Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka dan Jalan Pemuda.

Kemudian fase dua dengan panjang jalur 23 kilometer dilakukan di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim dan Jalan RS Fatmawati Raya.

Terakhir fase tiga sepanjang 15 kilometer berada di Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Jatinegara Timur.

"Ini juga sejalan dengan adanya perubahan paradigma penanganan dari 'car oriented development' (COD) menjadi 'transit oriented development' (TOD)," ucapnya.

Baca juga: Sudirman-Thamrin masih destinasi favorit warga berolahraga
Baca juga: Kemunduran, jika sepeda kena pajak


Syafrin menambahkan buku ini diterbitkan dengan melibatkan pemangku kepentingan lain seperti komunitas Bike to Work Indonesia, Road Safety Association, Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI tutup 32 kawasan khusus pesepeda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar