Erick: Pemerintah berupaya tingkatkan produksi vaksin COVID-19

Erick: Pemerintah berupaya tingkatkan produksi vaksin COVID-19

Dokumentasi - Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz.

Kami harus memastikan kami bisa produksi atau tidak
Jakarta (ANTARA) - Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menyampaikan bahwa pemerintah sedang berupaya menambah jumlah kapasitas produksi vaksin COVID-19.

"Kami harus memastikan kami bisa produksi atau tidak," ujar Erick Thohir yang juga Menteri BUMN di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan PT Biofarma (Persero) sudah beroperasi sejak tahun 1980 dan sudah memproduksi sebanyak 15 macam vaksin dan tetap harus diproduksi.

"Ternyata Biofarma bisa produksi 15 vaksin. 75 persen pasar dari vaksin folio itu Biofarma. Langsung kami bahas, ini ada COVID-19, vaksinnya bagaimana? Oh beda lagi, tidak bisa dicampur. Kalau gitu berarti kami meski siapkan produksi vaksin COVID-19," katanya.

Awalnya, Erick mengungkapkan, Biofarma siap memproduksi 100 juta vaksin. Seiring perkembangan, jumlah itu dinilai tidak cukup mengingat jumlah kasus COVID-19 yang meningkat.

"Kapasitas 100 juta tidak cukup, maka tambah lagi 150 juta. Insya Allah Desember ini Biofarma bisa produksi 250 juta per tahun. Ada biaya membangun 150 juta tambahan itu Rp1,3 triliun," paparnya.

Erick juga mengatakan bahwa pemerintah bekerja sama dengan perusahaan kesehatan swasta nasional seperti Kalbe Farma dan Sanbe untuk memproduksi vaksin. Namun, mereka tidak boleh menjual secara bebas ke masyarakat.

"Saya takutnya kalau nanti dibebaskan, nanti yang kaya duluan yang disuntik karena pada bayar duluan. Kan tidak bisa seperti itu. Justru pada saat ini, imunisasi harus memetakan lagi mana yang daerah-daerah rawan atas COVID-19 ini," katanya.

Di sisi lain, Erick mengatakan, PT Indofarma (Persero) juga sudah meningkatkan kapasitas produksi 100 juta jarum suntik.

"Alhamdulilah dari Indofarma kapasitas sudah ditingkatkan 100 juta jarum. Swasta juga ada jarum suntik. Jadi sama-sama," katanya.

Erick Thohir mengharapkan pada Januari-Februari 2021 sudah bisa melakukan imunisasi sekitar 30-40 juta ke masyarakat.

"Vaksin itu kemenangan terdekat dan tercepat yang harus kita lakukan, dengan masyarakat merasa aman, vaksin ada, mereka bisa laksanakan kegiatan ekonomi secara normal. Tapi tetap pakai masker," katanya.

Baca juga: Erick optimistis uji klinis vaksin Sinovac fase tiga berjalan baik
Baca juga: 800 orang sudah mendaftar jadi relawan uji klinis vaksin COVID-19


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Distan Semarang gratiskan vaksin rabies

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar