Investor Korsel batal bangun rel kereta api di Bengkulu

Investor Korsel batal bangun rel kereta api di Bengkulu

Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Bengkulu Yuliswani. (Foto ANTARA/HO-Media Center)

Bengkulu (ANTARA) - Perusahaan asal Korea Selatan batal mengerjakan pembangunan rel kereta api sepanjang 168 kilometer yang rencananya bakal menghubungkan Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu ke stasiun Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong.

Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu Yuliswani menjelaskan, pembatalan tersebut lantaran PT. Pasifik Global Investment yang merupakan perusahaan asal Korsel itu dianggap tidak menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama.

"Hanya saja dalam perjalanannya tidak ada tindak lanjut dari PT Pasific Global terkait MoU tersebut dan kita sudah bersurat yang intinya mempertanyakan tindak lanjut MoU tapi hingga saat ini sama sekali tidak ada jawaban," kata Yuliswani, Jumat.

Kendati perusahaan asal Korsel tersebut batal, namun Yuliswani memastikan pembangunan infrastruktur moda transportasi kereta api itu tetap dilanjutkan.

Baca juga: Ekspor batu bara dan cangkang sawit terhambat pendangkalan pelabuhan

Baca juga: Bengkulu ekspor komoditi pertanian ke China dan Thailand


Kata dia, pembangunan rel kereta api itu akan dikerjakan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Bengkulu yaitu PD Bimex yang nantinya akan bekerjasama dengan PT. Pos Group.

"Kita sudah rapat untuk membahas program investasi dan pembangunan infrastruktur perkeretaapian Pulau Baai ke Kota Padang bersama PT Pos Group dan mereka juga minta bekerjasama dengan BUMD kita," paparnya.

Teknisnya, kata Yuliswani, PT Trans Rentang Nusantara selaku pemegang kontrak akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama PD Bimex.

"Setelah itu barulah PD Bimex melakukan kerjasama dengan PT Pos Group dalam realisasi pembangunan rel kereta api itu," ujarnya.

Sebelumnya, pada awal Februari lalu PT. Pasifik Global Investment menandatangani nota kesepahaman bersama PT. Trans Rentang Nusantara selaku pemegang kontrak pembangunan rel kereta api tersebut yang disaksikan langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rencananya, pembangunan rel kereta api ini dari pelabuhan Pulau Baai ini akan melewati empat daerah di Provinsi Bengkulu diantaranya Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong.

Pembangunan rel kereta api ini juga dibarengi dengan pembangunan stasiun penumpang dan total ada lima stasiun yang direncanakan akan dibangun diantaranya stasiun di Kota Padang-Rejang Lebong, stasiun di Kepala Curup-Rejang Lebong, stasiun di Kabupaten Kepahiang, stasiun Talang Empat-Bengkulu Tengah dan stasiun Betungan-Kota Bengkulu.*

Baca juga: Kolam pelabuhan Pulau Baai tercemar batu bara

 

Pewarta: Carminanda
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bengkulu dan Riau dukung Sumbar berlakukan pembatasan selektif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar