Rekomendasi tiga bumbu dan herba agar makan sayur jadi lebih nikmat

Rekomendasi tiga bumbu dan herba agar makan sayur jadi lebih nikmat

Ilustrasi kemangi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Konsumsi sayuran dan buah bermanfaat untuk kesehatan antara lain menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker dan obesitas. Hanya saja, sebagian Anda gagal memenuhi jumlah asupan hariannya.

Salah satu kunci untuk makan lebih banyak buah dan sayuran, menemukan cara berbeda untuk memakannya - dan, seringkali, ini berarti berpikir di luar kebiasaan dan bereksperimen dengan rasa baru.

Baca juga: Tips olah bahan kembang kol

"Menambahkan herba, rempah-rempah, dan bumbu lainnya ke sayuran dan buah-buahan, salah satu cara paling sederhana namun paling kreatif untuk meningkatkan asupan Anda," kata Jackie Newgent, RDN, ahli gizi kuliner dan penulis "The Clean & Simple Diabetes Cookbook", seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu.

Lalu, bumbu dan herba apa yang bisa membantu meningkatkan jumlah asupan konsumsi sayuran Anda, karena salah satunya bisa membuatnya lebih nikmat? Berikut tiga di antaranya:

1. Daun mint
Daun mint segar bisa menjadi senjata rahasia untuk hidangan buah dan sayuran.

"Mint enak jika dipadukan dengan sayuran dan buah-buahan, terutama bit, wortel, kacang polong, ketimun, terong, kentang, tomat, labu kuning dan semua jenis beri dan melon," kata Newgent.

Jika Anda merasa lelah, cemas atau murung, rempah-rempah dan herba seperti mint dapat membantu. Sebuah studi Juli 2009 dalam North American Journal of Psychology menemukan, sekedar mencium aroma peppermint saat mengemudi dapat meningkatkan kesadaran dan mengurangi frustrasi, kecemasan, dan kelelahan.

Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menemukan peppermint merangsang sistem saraf dan meningkatkan motivasi dan kinerja.

Cara lain yang sederhana namun kreatif untuk makan (dan mencium) lebih banyak mint, memasukkannya ke dalam salad bukan hanya sebagai hiasan, menurut Newgent.

Baca juga: Rahasia masak nasi enak berawal dari cara mencuci beras
 
Ilustrasi daun mint dan kayu manis (Pixabay)


2. Kayu manis
"Kayu manis, bumbu manis dengan sedikit rasa pedas yang pertama kali diasosiasikan dekat dengan buah-buahan, seperti apel, pisang, dan pir - pikirkan pai apel panggang segar ala mode," kata Newgent.

"Tapi sebagai putri seorang ibu Lebanon, saya mengasosiasikan bumbu terutama dengan hidangan Timur Tengah yang gurih. Salah satu kegunaan favorit kayu manis, dalam hidangan kacang hijau dan tomat rebus yang disebut Loubieh. Kayu manis juga bisa dipadukan dengan terong," sambung dia.

Kayu manis telah diteliti dan mungkin memainkan peran bermanfaat dalam pengelolaan sindroma metabolik, termasuk pengobatan diabetes.
Sebuah uji klinis dalam Journal of Diabetes & Metabolic Disorders menunjukkan kayu manis, sinbiotik dan probiotik secara signifikan menurunkan gula darah puasa dibandingkan dengan plasebo.

Baca juga: Tips masak kentang goreng sehat nan lezat bak di resto cepat saji

3. Basil
"Basil atau kemangi terkenal bisa menambahkan rasa Italia yang pada makanan, seperti dalam salad Caprese, tetapi juga lezat dengan paprika, terong, dan zucchini," tutur Newgent.

Mungkin basil juga bisa dipadukan buah persik, mangga, beri, dan semangka.

Selain menambah keseimbangan segar pada buah yang lebih manis, nutrisi dalam kemangi juga dapat membantu meredakan gejala depresi.

Sebuah makalah pada September 2018 yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry memperlihatkan tumbuhan segar khususnya ketumbar, kemangi, dan peterseli peringkat tertinggi (yaitu yang paling bermanfaat), bersama dengan sayuran hijau seperti bayam, selada air, romaine untuk melawan depresi.


Baca juga: Dua kesalahan umum saat memasak satai daging kurban

Baca juga: Merebus jeroan kurban tak cukup sekali untuk enyahkan baunya

Baca juga: Kesalahan umum saat cairkan daging beku

 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Berkebun di atap rumah, hasilkan teh mint bernilai jual

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar