Patuhi Qanun, 8 Kantor Cabang Bank Mandiri jadi bank syariah di Aceh

Patuhi Qanun, 8 Kantor Cabang Bank Mandiri jadi bank syariah di Aceh

Pegawai Bank Mandiri Syariah (BSM) mulai beraktivitas usai grand opening koversi penuh Bank Mandiri ke Bank Syariah Mandiri di KCP Peunayong, Banda Aceh, Senin (10/8/2020). (ANTARA/Khalis)

Kita telah mengkonversi delapan kantor cabang Bank Mandiri, dalam bentuk kantor bersama atau sharing office sejak Mei 2020 lalu dan tiga di antaranya pada hari ini sudah beroperasi penuh
Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak delapan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri di wilayah Provinsi Aceh telah dikonversi menjadi Bank Syariah Mandiri (BSM), bahkan tiga bank di antaranya yang dulunya konvensional mulai beroperasi secara penuh sebagai BSM.

Area Manager Bank Syariah Mandiri Aceh Firmansyah, Senin, mengatakan tiga KCP Bank Syariah Mandiri yang telah beroperasi penuh sehingga tidak lagi dalam status kantor bersama yakni KCP Peunayong, KCP Ulee Kareng, dan KCP Keutapang, di wilayah Banda Aceh.

"Kita telah mengkonversi delapan kantor cabang Bank Mandiri, dalam bentuk kantor bersama atau sharing office sejak Mei 2020 lalu dan tiga di antaranya pada hari ini sudah beroperasi penuh, jadi tidak lagi kantor bersama," kata Firmansyah di KCP Peunayong, Banda Aceh.

Baca juga: Mandiri Group dukung Qanun Bank Syariah di Aceh

Dia menjelaskan dulunya tiga kantor KCP Bank Mandiri tersebut berbagi kantor dengan BSM saat proses konversi. Kemudian setelah tuntas 100 persen proses konversi ke BSM, maka Bank Mandiri langsung mengajukan penutupan bank ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Saat ini BSM beroperasi penuh di gedung ini. InsyaAllah yang lima (KCP) lagi akan bertahap - mungkin sampai Oktober 2020 paling lambat - beroperasi penuh BSM semua, dan Bank Mandiri tutup," katanya.

Kebijakan konversi tersebut dilakukan Bank Mandiri Group dalam upaya mendukung implementasi Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di daerah Tanah Rencong.

Baca juga: Bank Mandiri Banda Aceh salurkan paket bantuan sembako dan makanan

Menurut Firmansyah, untuk konversi bisnis yang telah berjalan hingga Agustus ini, pembiayaan atau proses konversi kredit ritel telah mencapai Rp784 miliar atau 43 persen, dengan total nasabah lebih 6.500 orang.

"Kemudian dana pihak ketiga sudah mencapai Rp1,33 triliun atau 37 persen, lebih kurang 41 ribu nasabah. InsyaAllah target kita sampai dengan September ini bisa kita pacu lagi di atas Rp1,6 triliun di seluruh Aceh," katanya.

Baca juga: DPK Mandiri Syariah Aceh tumbuh 20,22 persen
 

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bank Mandiri Cilegon siap salurkan Rp75 miliar untuk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar