Akademisi: Humas berperan penting dalam sosialisasi protokol kesehatan

Akademisi: Humas berperan penting dalam sosialisasi protokol kesehatan

Akademisi Unsoed Wisnu Widjanarko. ANTARA/Wuryanti PS/am.

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Wisnu Widjanarko mengatakan bahwa pranata humas pemerintah memiliki peran penting dan strategis dalam upaya sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan.

"Masa pandemi bisa jadi peluang dan tantangan tersendiri bagi pranata humas pemerintah dalam mengoptimalkan potensi, peran dan kapasitasnya. Terutama dalam sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Dosen manajemen strategis kehumasan, Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman itu menambahkan pranata humas pemerintah harus mampu merancang strategi, taktik maupun teknis komunikasi sehingga dapat menggerakkan masyarakat untuk percaya kepada pemerintah dan kewaspadaan terhadap pandemi.

"Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, agar masyarakat dapat tetap waspada dan jangan lengah," katanya.

Baca juga: Konser musik 'drive-in' siap diselenggarakan di Ubud Bali

Baca juga: Menhub: Protokol kesehatan menjadi keharusan di sektor transportasi


Dia mencontohkan dalam mendukung sosialisasi protokol kesehatan, maka pranata humas pemerintah dapat mempersiapkan konten sekaligus media yang semudah mungkin dimengerti masyarakat dan tidak memberi ruang multitafsir.

"Buatlah konten yang sederhana, langsung pada tujuan dan disesuaikan dengan karakter masing-masing kelompok masyarakat. Pilihlah media yang paling sering digunakan serta mudah diakses," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pesan harus dikemas dalam ragam format agar mengena sesuai dengan kebutuhan masing-masing sasaran.

"Pemerintah sudah mengupayakan sejauh ini, tinggal digencarkan, disempurnakan dan disesuaikan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang ada. Humas harus mampu membangun kepercayaan publik karena sehebat apa pun program pemerintah, kalau masyarakat tidak mendukung dan berpartisipasi maka akan tidak maksimal manfaatnya bagi masyarakat," katanya.

Dia juga menambahkan strategi komunikasi perlu dikelola dalam konteks ketersediaan, keterjaminan dan keterlayanan informasi publik.

"Penting juga memperhatikan aspek khalayak, sekaligus memberi ruang dialog yang partisipatif dan konstruktif bagi publik sehingga menjadi ikut serta dan ambil bagian dalam kebijakan pemerintah menanggulangi pandemi," katanya.

Dia menambahkan pranata humas pemerintah harus menjadi yang terdepan dalam sosialisasi adaptasi kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan.*

Baca juga: Kemnaker inspeksi penerapan protokol kesehatan perusahaan perbankan

Baca juga: BNPB: Perlu tokoh panutan untuk adaptasi kebiasaan baru


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KAI DAOP 2 Bandung operasikan kembali tiga KA jarak jauh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar