Indonesia Kuasai Nomor 10.000m Putra

Vientiane (ANTARA News) - Pelari Indonesia secara tidak terduga menguasai lari nomor 10.000 putra cabang atletik SEA Games 2009 Laos ketika Agus Prayogo dan Jauhari Johan merebut medali emas dan perak di Stadion Utama Komplek Olahraga Nasional Vientiane, Rabu.

Agus tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 29 menit 51,40 detik, disusul rekannya Jauhari (30:10,52) dan B. Srisung dari Thailand (30:25,75).

Kemenangan Agus hanya terpaut sekitar satu jam setelah setelah sprinter Suryo Agung Wibowo di nomor 200m putra dan Dedeh Erawati (100m gawang) putri juga mempersembahkan emas dan sekaligus mempertahankan gelar juara yang mereka raih dua tahun lalu di Nakhon Ratchasima.

Meski tidak memecahkan rekor SEA Games milik pelari Filipina Eduardo Buenavista yang diciptakan di SEA Games 2003 Hanoi, Agus yang saat ini belajar di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung terlalu tangguh bagi lawan-lawannya.

Bahkan pelari Filipina Julius Sermona yang tampil di urutan terakhir, masih berlari beberapa putaran disaat Agus dan Jauhari merayakan kesuksesan mereka.

"Saya memang sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik dan tidak terkejut dengan kemenangan ini," kata Agus usai pertandingan.

Namun Agus mengakui bahwa ia merasa sangat kecewa karena akibat kesalahan administrasi, namanya tidak tercantum untuk tampil di nomor 5.000m yang sudah dipertandingkan sehari sebelumnya.

"Saya rasanya mau menangis akibat kesalahan itu. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi saya yang membuat saya sangat kecewa karena catatan waktu saya jauh lebih baik dibanding peraih medali emas di nomor 5000m itu," kata Agus penuh penyesalan.

Dengan medali emas yang diraih Agus, kontingen atletik berhasil meraih tiga medali emas, satu perak dan dua perunggu pada pertandingan atletik hari keempat tersebut.

Sebelumnya sprinter Suryo Agung dan Dedeh Erawati kembali berjaya untuk mempertahankan medali emas nomor 200m putra dan 100m gawang putri.

Suryo yang dua hari lalu tampil meyakinkan untuk memecahkan rekor SEA Games di nomor paling bergengsi 100m, kembali merebut medali emas untuk nomor 200m meski tidak memecahkan rekor.

Pelari asal Solo tersebut mencatat waktu 20,85 detik, unggul jauh atas dua saingannya asal Thailand, yaitu S. Suwonprateep (21,12) dan C. Chimdee (21,24).

Fadlin, pelari Indonesia lainnya yang pada nomor 100m meraih perunggu, berada di peringkat kelima dengan catatan waktu 22,25 detik.

Hanya berselang sekitar satu jam kemudian, Dedeh Erawati kembali membuat kontingen Indonesia bersuka cita ketika memenangi nomor 100m gawang dengan waktu 13,34 detik, mengalahkan pelari Thailand W. Pungsoongneun (13,84 detik).

Kegembiraan tim atletik Indonesia semakin karena medali perunggu diraih oleh sprinter muda Agustina Bawele yang merebut perunggu dengan waktu 14,21 detik.

Pada pertandingan hari keempat tersebut, atletik Indonesia secara keseluruhan menyumbang tiga emas, satu perak dan satu perunggu, sehingga secara keseluruhan sudah mengumpulkan enam medali emas, hanya memerlukan satu emas lagi untuk menyamai prestasi di SEA Games 2007 dengan tujuh emas.

Berikut klasemen sementara cabang atletik sampai pertandingan Rabu (16/12):

1.Thailand 10 179
2.Indonesia 6 6 5
3.Filipina 6 1 4
4.Vietnam 5 2 8
5.Malaysia 3 5 2
6.Myanmar 2 3 2
7.Singapura 1 0 0
8.Laos 0 0 1
9.Kamboja 0 0 1
(*)

Pewarta: adit
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Kilas Balik 2019 - Desember: Dari prestasi Indonesia di SEA Games 2019 hingga peresmian tol pertama Kalimantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar