Menhub: Pandemi COVID-19 ancam kebangkrutan industri penerbangan

Menhub: Pandemi COVID-19 ancam kebangkrutan industri penerbangan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Jumat (26/6/2020). ANTARA/Sutarmi/aa.

Dua maskapai Eropa, Luthfansa dan Air France Prancis terancam gulung tikar. Kemudian Thai Airways lakukan penggantian operasi bulan ini karena lockdown di Thailand
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan pandemi COVID-19 mengancam kebangkrutan industri penerbangan, terutama maskapai.

“Pandemi merupakan masa suram bagi berbagai bisnis, termasuk transportasi. Bahkan transportasi dan logistik merupakan sektor terdalam yang mengalami masalah,” kata Menhub Budi Karya pada Webinar yang bertajuk “Adaptasi Kebiassan Baru Bertransportasi Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Selasa.

Budi menyebutkan transportasi udara mengalami kondisi terparah karena adanya pembatasan pergerakan penumpang baik domestik maupun internasional, adanya ketakutan penumpang akan tertular COVID-19 yang menyebabkan omzet turun 30 persen hingga 50 persen.

Baca juga: Dirut Garuda ungkapkan sinyal kebangkrutan maskapai nasional

“Ini membuat ancaman bangkrut. Saya ambil contoh angkutan udara secara umum, pada pandemi di industri penerbangan nasional tampak moderat pada  triwulan I dan turun tajam di bulan Maret, masuk triwulan II amat berat dan kita harapkan triwulan III makin baik,” kata Menhub Budi Karya.

Ancaman kebangkrutan maskapai ini juga terjadi di sejumlah negara, seperti Virgin Australia dan Thai Airways yang meminta dana talangan kepada pemerintah agar bisa bertahan.

“Dua maskapai Eropa, Luthfansa dan Air France Prancis terancam gulung tikar. Kemudian Thai Airways lakukan penggantian operasi bulan ini karena lockdown di Thailand,” katanya.

Sektor lain yang tak kalah terganggu, menurut dia, adalah sektor logistik yang basisnya adalah sektor transportasi.

“Dengan pemberhentian perusahaan penerbangan, biaya kargo pun meningkat dan ganggu sektor logistik,” kata Menhub Budi Karya.

Baca juga: Penumpang turun, pendapatan AP I tergerus 43,2 persen semester I 2020

Kedua sektor itu, lanjut Menhub,  juga berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi minus 5,32 persen.

Kemudian, lanjut dia, sektor pariwisata yang juga mengalami imbas dari pandemi COVID-19 ini, namun saat ini Bali mulai dibuka dan mulai bangkit.

Menhub mengatakan Indonesia bukan lah satu-satunya negara yang sangat terdampak perekonomiannya. Negara maju pun seperti Amerika Serikat juga menghadapi masaah yang sama.

“Kita tidak bisa menyerah maka harus move on dengan kegiatan terukur untuk dorong transportasi yang menjunjung protokol kesehatan,” kata Menhub Budi Karya.

Penyesuaian pun banyak dilakukan, Budi menyebutkan, di antaranya pembelian tiket secara daring dan penerapan protokol kesehatan di masa normal baru ini.

Baca juga: Presiden Jokowi: 8 bandara berpotensi jadi hub akselerasi pariwisata

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenhub optimistis realisasi anggaran TA 2020 sesuai target

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar