Anggaran habis, Bupati: Tes cepat di Bandara Sentani tak lagi gratis

Anggaran habis, Bupati: Tes cepat di Bandara Sentani tak lagi gratis

Pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang di bandara Domine Eduard Osok Sorong, Papua. ANTARA/Ernes Kakisina/aa.

Tes cepat itu berbayar karena anggaran yang sebelumnya disumbangkan oleh beberapa bupati di Pegunungan Tengah Papua untuk pencegahan COVID-19 masuk ke wilayah pegunungan telah habis
Wamena, Papua (ANTARA) - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Jhon Richard Banua memastikan tes cepat terhadap calon penumpang yang hendak berangkat dari Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura ke Bandara Wamena di Jayawijaya tidak lagi gratis karena anggaran untuk itu sudah habis.

"Tes cepat itu berbayar karena anggaran yang sebelumnya disumbangkan oleh beberapa bupati di Pegunungan Tengah Papua untuk pencegahan COVID-19 masuk ke wilayah pegunungan telah habis," katanya di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa.

Ia menjelaskan di Posko Gabungan Perwakilan Jayawijaya itu pemeriksaan tes cepat tarifnya Rp250 ribu di mana semua penumpang yang hendak masuk ke Wamena dari Timika dan juga Biak harus melalui Bandara Sentani.

Bupati mengatakan biaya tes cepat sebesar Rp250 ribu ini digunakan untuk menunjang kegiatan pencegahan di Bandara Sentani.

"Rincian pembiayaan Rp250 ribu ini adalah Rp150 ribu untuk pembelian alat 'rapid test' dan Rp100 ribu untuk pembelian jarum suntik, sarung tangan untuk petugas di Bandara Sentani," katanya.

Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode ini memastikan pemerintah maupun petugas tidak mengambil keuntungan dari biaya tes cepat itu.

"Pembayaran tes cepat bagi penumpang yang ingin ke Wamena itu akan kembali digunakan membeli peralatan 'rapid tes'. Kita tidak ambil keuntungan dari situ," katanya.

Pemerintah daerah memastikan tes cepat akan dilakukan sehari sebelum calon penumpang berangkat dari Bandara Sentani ke Wamena. Jika saat tes cepat calon penumpang reaktif maka keberangkatannya dibatalkan.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak penerbangan supaya memberikan toleransi kepada calon penumpang yang reaktif. Misalnya, tiketnya orang lain yang beli, uangnya dikembalikan kepada penumpang yang batal berangkat karena hasil tes cepatnya reaktif," demikian Jhon Richard Banua.


Baca juga: Pasien corona melonjak, Jayawijaya bakal kembali tutup Bandara Wamena

Baca juga: Pemkab Jayawijaya perketat pemeriksaan di Bandara Wamena, cegah corona

Baca juga: Menhub : Bandara Dekai jadi penopang distribusi logistik Papua

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cegah klaster lapas, 936 napi narkoba di Babel jalani tes cepat dan usapĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar