GTPP: 27 pegawai puskesmas Kota Bogor positif COVID-19

GTPP: 27 pegawai puskesmas Kota Bogor positif COVID-19

Petugas medis mengambil sampel darah saat rapid test di Pasar Bogor, Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/4/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

Dari 27 orang tenaga kesehatan yang ditemukan terkonfirmasi positif COVID-19 adalah pegawai di delapan puskesmas di Kota Bogor,
Bogor (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor, Jawa Barat  menemukan sebanyak 27 pegawai puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kota Bogor terkonfirmasi positif COVID-19 dari kegiatan penemuan kasus aktif pada Juli hingga Selasa (11/8) 2020 ini.

"Kegiatan penemuan aktif atau 'active case finding' dilakukan Dinas Kesehatan melalui tes 'swab' (usap) secara masif kepada tenaga kesehatan di Kota Bogor pada Juli hingga 11 Agustus ini," kata Ketua GTPP Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Kota Bogor, Selasa.

Ia menjelaskan dari 27 orang tenaga kesehatan yang ditemukan terkonfirmasi positif COVID-19 adalah pegawai di delapan puskesmas di Kota Bogor, yakni Puskesmas Gang Aut dan Puskesmas Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Puskesmas Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Puskesmas Sindangbarang dan Puskesmas Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Puskesmas Tanah Sareal dan Puskesmas Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, serta Puskesmas Bogor Utara.

Sedangkan berdasarkan domisili, dari 27 orang tenaga kesehatan itu, 16 orang di antaranya adalah warga Kota Bogor sedangkan 11 orang lainnya warga luar Kota Bogor.

GTPP COVID-19 Kota Bogor menargetkan melakukan tes usap masif terhadap sebanyak 2.000 tenaga kesehatan untuk memetakan dan memastikan tenaga kesehatan benar-benar sehat dan pelayanan kesehatan benar-benar berjalan baik.

Tes usap masif itu, kata dia, dilakukan kepada 974 tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di puskesmas dan Labkesda Kota Bogor, meliputi pegawai aparatur sipil negara (ASN), pegawai non-ASN, dan pegawai magang. "Hasilnya, 27 orang ditemukan terkonfirmasi positif," katanya.

Semua pegawai yang ditemukan terkonfirmasi positif sudah dirawat dan diisolasi. Dinas Kesehatan juga melakukan penelusuran kontak erat dari orang kasus terkonfirmasi positif.

"Kontak erat yang sudah dites usap ulang dilanjutkan dengan karantina mandiri," demikian Dedie A Rachim.

Baca juga: Empat puskesmas di Kota Bogor ditutup sementara karena COVID-19

Baca juga: Tekan COVID-19, Pemkot Bogor terapkan WFO 50 persen

Baca juga: Pegawai Pemkot Bogor terpapar COVID-19 tambah tiga lagi

Baca juga: Wali Kota: RS di Bogor terindikasi sumber baru penularan COVID-19

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar