Tim SAR temukan mayat kakek di Bendungan Diwu Moro Bima

Tim SAR temukan mayat kakek di Bendungan Diwu Moro Bima

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Hasan A. Roda (60), yang ditemukan meninggal dunia di Bendungan Diwo Moro, Desa Hidirasa, Bima, NTB, Selasa (11/8), sekitar pukul 14.21 Wita. ANTARA/HO-Basarnas

Mataram (ANTARA) - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan seorang kakek bernama Hasan A. Roda dalam keadaan sudah menjadi mayat setelah tenggelam di Bendungan Diwo Moro, Desa Hidirasa, Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (10/8).

"Tim SAR gabungan menemukan korban mengambang masih di seputaran lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia, pada Selasa pukul 14.21 Wita," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram, Nanang Sigi PH, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Selasa malam.

Ia mengatakan sesuai dengan dugaan awal bahwa korban yang sudah berusia 60 tahun tersebut memang benar tenggelam.

Basarnas Mataram menerima laporan peristiwa tersebut dari salah seorang anggota Pol Air Polres Bima Kota, pada Selasa pukul 08.00 Wita.

Menindaklanjuti informasi yang diterima, Basarnas Mataram menerjunkan tim pencarian Pos SAR Bima ke lokasi kejadian.

Baca juga: Seorang kakek tenggelam di Bendungan Diwu Moro Bima NTB
Baca juga: Korban tenggelam di pantai Bantul ditemukan di pantai Gunung Kidul


Upaya pencarian juga melibatkan anggota Tentara Nasional Indonesia, polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bima, keluarga korban, warga setempat dan unsur lainnya.

"Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di lokasi kejadian dan wilayah sekitar hingga melakukan penyelaman ke dasar bendungan," ujar Nanang.

Informasi yang diperoleh Basarnas Mataram, korban merupakan warga Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Korban pergi mencari kayu untuk pagar kebunnya di tepi Bendungan Diwu Moro yang berlokasi di desa setempat, pada Senin (10/8), sekitar pukul 08.00 Wita.

Hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga dan warga setempat kemudian melakukan pencarian. Namun, hanya baju, sepatu dan parang milik korban yang berhasil ditemukan di tepi bendungan pada Senin (10/8) malam.

Tim SAR gabungan bersama masyarakat melakukan pencarian hingga Selasa (11/8), pukul 00.30 Wita, namun tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan pagi hari hingga korban berhasil ditemukan pada sore hari.

Baca juga: Tiga personel Polairud korban kecelakaan laut masih dalam pencarian
Baca juga: SAR; Satu korban tenggelam Pantai Goa Cemara masih dalam pencairan

Pewarta: Awaludin
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tim SAR evakuasi awak helikopter dari pedalaman Paniai Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar