Adaptasi normal baru, kelompok ini tak boleh tunda periksa kesehatan

Adaptasi normal baru, kelompok ini tak boleh tunda periksa kesehatan

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19 ini, ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Dokter Felix Samuel yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah mengatakan melalui siaran persnya, ditulis Rabu, kelompok ini antara lain orang yang memiliki gangguan kesehatan metabolik seperti diabetes, kolesterol, hipertensi, mereka yang memiliki masalah jantung dan kardiovaskular; ibu hamil; dan anak-anak yang membutuhkan vaksinasi.

Menurut Felix, konsultasi secara tatap muka dengan dokter sebaiknya tetap dilakukan bagi pasien dengan kondisi kesehatan seperti disebutkan. Pada sesi konsultasi tatap muka ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan kondisi pasien secara lebih menyeluruh.

Kemudian, pasien dengan gangguan metabolik juga disarankan melakukan pemeriksaan darah rutin di laboratorium untuk memantau kesehatannya secara berkala.

Baca juga: Pakar ingatkan potensi risiko gangguan kesehatan saat kerja dari rumah

Baca juga: Psikolog: Dengarkan curhat bisa bantu cegah bunuh diri


“Anda yang sedang mengandung sang buah hati juga sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan kehamilan rutin, karena ada beberapa waktu-waktu penting yang tidak boleh dilewatkan," tutur Felix.

Frekuensi pemeriksaan kehamilan ini dapat berbeda-beda pada tiap ibu hamil sesuai kondisi masing-masing. Tak hanya untuk memantau perkembangan janin, pastikan juga untuk kesehatan Anda sebagai ibu hamil.

Antenatal care yang tetap dilakukan akan menghindarkan Anda dan janin dari kemungkinan komplikasi yang dapat membahayakan.

“Imunisasi si kecil sebaiknya juga tetap terlaksana sesuai jadwal, supaya efektivitasnya lebih terjamin karena dilakukan tepat pada waktunya. Hal ini penting dilakukan untuk melindungi si kecil dari penyakit infeksi lain selain COVID-19, seperti hepatitis, polio, tuberkulosis, campak, difteri, meningitis, rubella, cacar, dan sebagainya," kata Felix.

Sebaiknya periksa jadwal imunisasi anak seperti yang dianjurkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Selain itu, kelompok usia lanjut dengan kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya juga tetap melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter, apalagi jika memang harus mengonsumsi obat rutin.

"Dengan pemeriksaan berkala, baik secara langsung ataupun dengan medium lain, akan menentukan kelanjutan pengobatan yang harus dijalani agar kesehatan selalu terjaga,” ujar Felix.

Saat berkunjung ke rumah sakit, sebaiknya lakukan tips berikut agar aman dari COVID-19:

1. Pilih rumah sakit dengan protokol kesehatan yang ketat atau yang memisahkan area pasien dengan gejala COVID-19 dengan pasien dan pengunjung lainnya.

2. Kenakan masker dan face shield jika diperlukan. Ganti masker apabila sudah basah.

3. Pastikan Anda selalu berada dengan jarak minimal 1-2 meter dengan orang lain.

4. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer berbahan dasar alkohol selama minimal 20 detik. Upayakan juga untuk menghindari menyentuh fasilitas umum.

5. Datanglah mendekati waktu konsultasi dokter sehingga Anda tak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

6. Jangan lupa untuk segera mandi hingga bersih dan mengganti pakaian setelah Anda tiba kembali di rumah

Baca juga: KPPPA sebut perempuan-anak kelompok rentan terdampak COVID-19

Baca juga: Kemensos pastikan beri perhatian kelompok rentan saat masa transisi

Baca juga: Yurianto: Masih ada kelompok rentan tidak patuhi protokol kesehatan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sambut AKB, gubernur periksa protokol kesehatan pasar Panorama Lembang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar