Menteri Lebanon mengaku masih memiliki tepung terigu untuk empat bulan

Menteri Lebanon mengaku masih memiliki tepung terigu untuk empat bulan

Puing dan kendaraan rusak terlihat di kawasan pelabuhan yang terdampak ledakan pada Selasa pekan lalu di Beirut, Lebanon, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Thaier Al-Sudani/HP/djo

Kami tidak mengalami krisis pasokan atau krisis roti
Beirut (ANTARA) - Lebanon memiliki 32.000 ton tepung terigu selain 110.000 ton yang telah datang atau akan tiba dalam beberapa hari ke depan, demikian Menteri Ekonomi Raoul Nehme pada Rabu.

"Ini artinya kami mempunyai cukup (persediaan) selama empat bulan," cuit Nehme di akun Twitter.

Program Pangan Dunia juga sedang mengirim 17.000 ton tepung terigu sebagai pengiriman awal dari 50.000 ton yang direncanakan.

Laporan PBB pada Selasa menyebutkan Lebanon hanya mempunyai pasokan selama enam pekan.

"Kami tidak mengalami krisis pasokan atau krisis roti!" cuitnya.

Baca juga: Macron jadi tuan rumah konferensi donor untuk Lebanon pascaledakan

Laporan Reuters pada Jumat mengungkapkan bahwa pemerintah Lebanon, tidak seperti banyak negara yang bergantung pada impor gandum, tidak mempunyai cadangan biji-bijian yang strategis dan seluruh persediaan milik swasta yang disimpan di gudang gandum Beirut hancur dalam ledakan yang mengguncang Beirut pada 4 Agustus.

Pada Jumat Nehme mengatakan kementeriannya berencana membuat cadangan pemerintah 40.000 ton gandum namun niat tersebut tidak terwujud sebelum ledakan terjadi.

Pemerintah Lebanon pada Senin membubarkan diri namun Presiden Michel Aoun meminta pemerintah agar tetap dalam kapasitas sebagai pengemban sampai kabinet baru terbentuk.

Sumber: Reuters

Baca juga: Program Pangan Dunia kirim 50 ribu ton tepung terigu ke Lebanon
Baca juga: Donor janjikan bantuan darurat Rp4,3 triliun untuk Lebanon

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar