Cak Imin ajak warga mampu Jakarta bantu atasi problem wifi tak merata

Cak Imin ajak warga mampu Jakarta bantu atasi problem wifi tak merata

Inspirator Gerakan Bangkit Belajar Muhaimin Iskandar saat acara "Kick Off Gerakan Bangkit Belajar" di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (12-8-2020). ANTARA/Abdu Faisal

Gerakan Bangkit Belajar dapat membantu menyelesaikan kendala kuota data internet pada siswa didik yang kurang mampu dan masih harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Jakarta (ANTARA) - Inspirator Gerakan Bangkit Belajar Muhaimin Iskandar mengajak warga yang mampu di DKI Jakarta dapat membantu mengatasi kurangnya sarana dan prasarana berupa jaringan internet tanpa kabel (wireless fidelity/wifi) yang merata di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP PKB itu mengatakan bahwa pemerintah dan organisasi kemasyarakatan sudah banyak memberi dan berbuat untuk menyelesaikan problem tersebut. Namun, ternyata kebutuhan masih terlampau besar dengan kapasitas yang ada.

"Karena itu butuh bantuan semua kalangan. Mari kita jadikan gerakan nasional untuk membantu wifi merata, tentu kami melibatkan orang-orang kaya, orang-orang yang punya kelebihan di Jakarta," ujar Cak Imin, sapaan Muhaimin usai acara "Kick Off Gerakan Bangkit Belajar" di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Warga Pondok Kelapa sedekah wifi untuk pelajar

Menurut Cak Imin, sarana dan prasarana wifi di Jakarta berlimpah. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat mampu dapat menyedekahkan itu kepada masyarakat yang mungkin kekurangan wifi.

Sebagai langkah awal, kata Cak Imin, gerakan sedekah itu dapat dimulai di pinggiran Jakarta dan masyarakat di luar Ibu Kota.

Melalui Gerakan Bangkit Belajar, Wakil Ketua DPR RI itu berharap dapat memfasilitasi penyediaan wifi secara gratis di 2.156 titik di 34 provinsi se-Indonesia.

Hingga hari ini, menurut Koordinator Nasional Gerakan Bangkit Belajar Syaiful Huda, mereka sudah membangun 217 posko wifi di sejumlah lokasi, Jawa Barat.

Posko Wifi itu akan terus ditambah beserta fasilitas penunjangnya hingga nanti diharapkan dapat merambah pula ke desa-desa khususnya yang ada di zona merah COVID-19.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini dapat membantu menyelesaikan kendala kuota data internet pada siswa didik yang kurang mampu dan masih harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga: Wali Kota Jakbar apresiasi wifi gratis untuk pelajar Duri Kosambi

Untuk itu, Ketua Komisi X DPR RI itu asal Jawa Barat itu mengajak partisipasi publik dalam Gerakan Bangkit Belajar.

Ia menyatakan siap bekerja sama dengan pihak-pihak yang ingin membantu para peserta didik, baik siswa maupun guru, yang kesulitan dalam proses PJJ.

"Indonesia sedang mengalami pendidikan yang darurat. Sekecil apa pun langkah kita, sangat membantu untuk perjuangan anak muda Indonesia masa yang akan datang," pungkas Syaiful.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar